Realisasi pendapatan asli daerah Kabupaten Penajam capai Rp.11,7 miliar

Ari B

Foto Kepala Bapenda PPU, Tohar.

Penajam, helloborneo.com – Realisasi PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Penajam Paser Utara, hingga Juli 2021 tercapai lebih kurang Rp.11,7 miliar, kata Kepala Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda setempat Tohar.

“Capaian PAD dari perolehan pajak sekitar Rp.8 miliar dan retribusi sekisar Rp.3 miliar,” ujar Tohar ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin.

Sumbangan terbesar lanjut ia, berasal dari pembayaran Pajak Bumi Bangunan Perdesaan Perkotaan atau PBB-P2.

Pungutan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga sumbang realisasi PAD.

“PAD paling tinggi masih diperoleh dari sektor pungutan PBB dan BPHTB,” ungkap Tohar.

Kendala realisasi PAD dari sektor pajak menurut dia, dipengaruhi mewabahnya virus corona yang membuat pergerakan terbatas.

Selain itu kesadaran masyarakat yang belum melaporkan objek pajaknya juga menjadi kendala realisasi pendapatan asli daerah dari sektor pajak belum terealisasi dengan maksimal.

Pegawai kecamatan serta aparat desa dan kelurahan harus menjalankan perannya dalam proses pungutan sektor pajak.

“Kecamatan, desa dan kelurahan punya peran penting dalam mendistribusikan SPPT (surat pemberitahuan pajak terutang),” ucap Tohar.

“Aparat kecamatan, desa dan kelurahan juga diminta dapat mendorong masyarakat agar segera melunasi PBB-P2,” tambahnya.

Pungutan pajak yang sifatnya tahunan kata Tohar, perlu digiatkan karena masih banyak masyarakat selaku wajib pajak belum melaporkan objek pajaknya. (adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.