Warga Kabupaten Berau Tidak Patuh PPKM Kena Sanksi

Nita Rahayu

Berau, helloborneo.com – Warga Kabupaten Berau bakal kena sanksi apabila tidak mematuhi atau melanggar penerapan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) untuk menekan penyebaran COVID-19 di daerah itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Berau, Nislianudin saat ditemui helloborneo.com di Berau, Jumat menyatakan sanksi pelanggar PPKM yang dikenakan kepada pelanggar, mengacu pada pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Tentu bagi pelanggar ada sanksi sesuai undang-undang, atau perda (peraturan daerah), tapi juga undang-undang karantina kesehatan”, ungkapnya.

Bagi para pelanggar protokol kesehatan yang memicu timbulnya kerumunan dan kluster COVI-19, maka akan dikenai sanksi pidana penjara paling lama satu tahun, dan denda paling banyak Rp100 juta rupiah.

“Kalau terbukti melanggar PPKM sanksinya bisa penjara atau denda”, ujar Nislianudin.

Para pelanggar protokol kesehatan yang akan diberi sanksi merupakan hasil operasi yustisi, jelasnya, yang berhasil terjaring petugas ataupun Satgas COVID-19 di lapangan. 

Namun demikian, hingga sepekan diterapkan, belum ditemui adanya masyarakat yang melakukan pelanggaran hingga terjerat hukum.

“Sejauh ini belum ada kasus, kalau yang temukan itu petugas Satpol PP atau Satgas, kami bagian persidangan”, ucapnya.

Kepatuhan dan kedisplinan masyarakat dalam protokol kesehatan menjadi penyebab minimnya atau bahkan nihilnya angka pelanggaran, seiring edukasi dan sosialisasi yang terus dilakukan.

Apabila diperlukan tegas Nislianudin, tidak menutup kemungkinan Kejaksaan Negeri Berau bersama tim Satgas Penanganan COVID-19 setempat melakukan operasi yustisi bersama, dan pelanggar bisa langsung disidang ditempat.

“Kalau diperlukan kami harus menggelar operasi yusitisi bersama tim Satgas, kami akan turun dan mungkin saja ada sidang di tempat, tapi sejauh ini belum ada kordinasi terkait hal itu”, jelasnya. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.