Kapolri Sarankan Warga Mau Dirawat di Tempat IsolasiTerpusat

David Purba

Balikpapan, helloborneo.com – Kapolri Jenderal Listyo SigitPrabowo menyarankan, agar warga mau dirawat di tempatisolasi terpadu karena fasilitas kesehatan jauh lebih lengkap, adatenaga kesehatan dan perawatan lebih intensif.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan saran tersebutpada saat meninjau program vaksinasi massal COVID-19 bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di BSCC DOME Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (6/8).

Masyarakat yang belum berani ke tempat isolasi terpadu danmemilih isolasi mandiri tentunya ada risiko apalagi ada gejalaberat terpapar virus corona.

“Saya sarankan mau dipindah ke tempat yang sudah disiapkan.Ini untuk menekan agar laju pertumbungan angka COVID-19 bisa diminimalkan,” ujar Listyo Sigit Prabowo.

Jenderal bintang empat tersebut meminta para Babinsa danBhabinkamtibmas meningkatkan edukasi terkait masalah iniagar masyarakat mau ditempatkan di isolasi terpadu yang telahdisiapkan.

Pelaksanaan vaksinasi massal tersebut kerja sama TNI-Polri danPemkot Balikpapan dengan melibatkan Akademi KebidananBorneo Medistra, Ummi Aisyah, dan Politeknik KesehatanKemenkes di Balikpapan.

“Saya bersama Pak Panglima melakukan pengecekan langsungkegiatan vaksinasi. Ada 3.600 dosis vaksin Sinovac, 2.000 untukvaksin pertama dari Polri dan 1.600 vaksin kedua dari TNI,” kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Sasaran vaksinasi masyarakat umum dari kalangan pelayananpublik, pedagang dan pengusaha, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, lansia, dan penyandang cacat. Ada 150 orang vaksinator gabungan dari TNI-Polri dan Dinas KesehatanBalikpapan terlibat dalam kegiatan itu.

Kalimantan Timur lanjuta ia, menjadi wilayah tertinggi angkapositif di wilayah Kalimantan sehingga perlu strategi danpenanganan penularan pandemi virus yang cukup masif.

Selain warga harus mematuhi protokol kesehatan di tengahpandemi, menurut Listyo Sigit Prabowo, vaksinasi juga carapenting melawan COVID-19.

Oleh karena itu, katanya, TNI-Polri terlibat dalam upayamengoptimalkan vaksinasi dan membantu pemerintahmenyukseskan program vaksinasi agar semakin banyak dancepat masyarakat yang mendapat vaksin.

Listyo Sigit Prabowo mengatakan secara bertahap pada Agustusini ada peningkatan distribusi vaksin untuk meningkatkanpercepatan vaksinasi agar jumlah minimal masyarakat yang divaksin cepat tercapai, dan kesehatan masyarakat cepat pulihserta ekonomi kembali bergerak.

Saat ini, ada delapan kabupaten/kota di Kalimantan Timursedang menerapkan PPKM level 4, dan dengan penerapanprotokol kesehatan dan vaksinasi, Kapolri Listyo Sigit Prabowoberharap level PPKM bisa turun sehingga ekonomi masyarakatkembali berjalan.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerinci langkahyang harus diterapkan di Kalimantan Timur dalam kaitandengan penangan pandemi, yakni melaksanakan 3M secaraketat, melaksanaan 3T, dan percepatan vaksinasi. 

3M adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tanganpakai sabun. 3T adalah tracing, testing, dan treatment.

“Tracing” adalah penelusuran orang yang mungkin menularkanCOVID-19, bila ketemu melakukan tes pada mereka, dan bilahasilnya positif, merawat mereka.

“Kalau dilaksanakan dengan baik dan masyarakat ikut dukungprogram ini maka insyaallah Kalimantan Timur segera bebasdari COVID-19,” kata Hadi Tjahjanto.

Vaksinasi massal itu, kegiatan ketiga setelah sebelumnya pada24 Juli dan 26 Juli 2021, serta telah berhasil memvaksin 5.042 orang, yaitu 2.173 orang dosis pertama pada 24 Juli dan 2.869 orang disuntik dosis kedua pada 26 Juli lalu. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.