126 Kg Sabu Tawau Dikendalikan Napi Lapas Kota Bontang

Edy Suratman Yulianto

Bulungan, helloborneo.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara berhasil menahan 5 orang tersangka dengan barang bukti  sebanyak 126 kilogram (kg) sabu pada awal Agustus 2021, di tiga tempat berbeda yakni Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur yakni Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang.

Diketahui pada 1 Agustus lalu, di Parkiran Hotel Grand Anugrah, Jalan Padat Karya Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kepolisian Daerah Kalimantan Utara melakukan pemeriksaan barang mencurigakan.

Dari hasil pemeriksaan mobil Innova oleh dua warga yang dicurigai yaitu SY, dan JE)l. Hasil pemeriksaan polisi menemukan 100 bungkus diduga sabu dari  5 tas besar.

Setelah melakukan interogasi kepada 2 orang tersebut, polisi mengetahui bahwa barang tersebut akan diantar ke  Kabupaten Kutai Timur dan dikendalikan oleh napi lapas di Kota Bontang. Dan menangkap AJ dan RE di Kutai Timur, lalu DK di Lapas Kota Bontang.

Kepala polisi daerah Kalimantan Utara, Irjen Bambang Kristyono, mengatakan bahwa tidak mudah untuk DK mengendalikan sabu, dari dalam lapas bila tidak ada keterlibat pengunjung, atau pihak lainnya. Namun secara tegas dirinya menyatakan bakal mengejar jaringan sabu 126 kg sampai ketemu.

“Seperti contoh di Lapas, ko bisa menggunakan hp, mengendalikan berhubungan. Entah pengunjung siapa lainnya, siapapun akan terpetakan dalam perkara ini kita kejar sampai ketemu” kata Irjen Bambang Kristiyono. (09/08/2021)

Dalam kasus ini, Irjen Bambang Kristyono mengarahkan kepada Wakapolda Kaltara menjadi koordinator. Dirinya berkeinginan agar peredaran narkotika ini segera terungkap.

“Tentang penyidikan nanti karena ini cukup besar, saya minta pak Wakapolda langsung mengendalikan sehingga jaringannya terpetakan, bersama Dirnarkoba dan jajaran lainnya untuk pengunkapannya” kata Bambang.

Dijelaskan oleh Dirnarkoba Polda Kaltara, Kombes Agus Yulianto 5 tersangka ini memiliki peran yang berbeda. 2 tersangka di Bulungan sebagai kurir diupah Rp 150 juta. 1 tersangka dari Kutai Timur sebagai pemesan, 1 tersangka sebagai penghubung antara pembeli, kurir dan pengendali. Lalu DK sebagai pengendali sabu. Dan 1 orang berinisial RC sebagai pemilik sabu yang dipesan.

“Dua orang yang mengambil barang menggunakan mobil yang kita amankan itu  di Bulungan, kemudian rencananya akan dibawa ke Kaltim atas perintah dari dalam lapas dan RC yang kami duga sebagai pemilik barang telah masuk dalam daftar pencarian orang,” ungkap Kombes Agus Yulianto.

Mengenai asal sabu, pihak Kepolisian menduga keras berasal dari Tawau, Malaysia. Namun untuk mengetahui jalur yang digunakan sedang didalami.

“Jadi ada kemungkinan dari Tawau karena saat ini kita sedang melakukan pendalaman. Mengecek lewat darat atau lewat laut. Masuk langsung ke Bulungan atau ke Tarakan dulu. Menjemput di Tanjung untuk di bawa ke Kalimantan Timur,” tuturnya.

Atas perbuatan ke 5 tersangka, kini dipersangkakan Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun, dan paling lama seumur hidup atau hukuman mati. (sop/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.