Pembangunan Rumah Jabatan Bupati Penajam Pengembangan Water Front City

Bagus Purwa

Foto Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud.

Penajam, helloborneo.com – Pembangunan rumah jabatan Bupati Penajam Paser Utara, termasuk dalam perencanaan pengembangan kawasan pesisir (water front city), kata Bupati setempat Abdul Gafur Mas’ud.

“Perencanaan pengembangan kawasan pesisir sejak 2015 dengan nilai sekitar Rp6,8 miliar, sebelum saya menjabat sebagai Bupati Penajam Paser Utara,” ujar Bupati ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Rabu.

“Saya hanya melanjutkan program kepala daerah sebelumnya dengan menyelesaikan pembangunan yang belum tuntas,” tambah Abdul Gafur Mas’ud.

Pembangunan rumah jabatan bupati menurutnya, diusulkan dan disetujui pada 2019 dan mulai dikerjakan pada 2020, kendati sempat ada keterlambatan dalam proses lelang dan administrasi.

Anggaran pembangunan rumah jabatan bupati lebih kurang Rp34 miliar jelas Abdul Gafur Mas’ud, terdiri dari pembangunan gedung utama Rp6,1 miliar, serta pos jaga, parker dan ruang ME sekisar Rp831 juta.

Kemudian pemasangan jaringan listrik tegangan menengah dan trafo untuk rumah jabatan Bupati Penajam Paser Utara tersebut sekitar Rp1,9 miliar.

Pembangunan tepat guna lahan (site development) seperti dinding penahan (sheet pile), saluran drainase dari beton (u-dicth), jalan lingkungan dan dinding pagar seluas dua hektar untuk rumah jabatan bupati sekisar Rp22,1 miliar.

“Anggaran pengerjaan rumah jabatan itu Rp31 miliar ditambah PPN (pajak pertambahan nilai) Rp3 miliar, jadi total anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp34 miliar,” ucap Abdul Gafur Mas’ud.

Proyek pembangunan rumah jabatan bupati baru dibayarkan sekitar Rp21 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD murni 2020, dan Rp13 miliar dibayarkan melalui APBD perubahan 2021 sambil menunggu audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pembangunan rumah jabatan Bupati Penajam Paser Utara kata Abdul Gafur Mas’ud, harus selesai 100 persen pada tahun ini (2021), kendati belum selesai dirinya tetap akan menempati rumah jabatan tersebut.

“Kami minta tahun ini pembangunan rumah jabatan selesai, tapi selesai atau tidak kalau sudah ada atapnya tetap saya tinggalin,” jelasnya. (adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.