DPRD Kota Balikpapan Hilangkan Defisit Anggaran 2021

Muh Riskiullah

Wakil Ketua Pansus (panitia khusus) Perumda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Balikpapan, Syukri Wahid
Foto Anggota Banggar (badan anggaran) DPRD Kota Balikpapan, Syukri Wahid.

Balikpapan, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Balikpapan berhasil menyelesaikan pembahasan anggaran dengan menghilangkan defisit tahun ini (2021).

Anggota Banggar (badan anggaran) DPRD Kota Balikpapan, Syukri Wahid saat ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Rabu mengatakan, posisi terakhir defisit anggaran masih menyisakan sekitar Rp131 miliar.

“Sudah zero atau sudah tidak ada defisit, jadi kepentingan wali kota terpilih sudah diakomodir, pokok-pokok pikiran DPRD juga sudah diakomodir di basis konstituennya,” ujarnya.

Dana Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) pada tahun lalu sekitar Rp679 miliar kata Syukri Wahid, berhasil dikelola untuk menutupi defisit anggaran 2021.

“Kami sudah tuntaskan seluruh program prioritas di antaranya, BPJS sekitar Rp18 miliar, tunjangan SPP selama tiga bulan Rp12 miliar, kemudian multiyear Rp30 miliar semua sudah terakomodir,” ungkapnya.

Skema awal yang diajukan Pemerintah Kota Balikpapan lanjut ia, adalah mengajukan penurunan target pajak asli daerah untuk mengimbangi pembiayaan.

Namun dengan memotong sejumlah anggaran belanja OPD (organisasi perangkat daerah) posisi pajak sekitar Rp515 miliar menurut Syukri Wahid, tetap dapat dipertahankan.

“Target pajak asli daerah tidak berkurang. Tadinya berkurang menjadi Rp485 miliar, sekarang tetap Rp515 miliar,” ucapnya.
Syukri Wahid optimistis target pajak dapat terpenuhi atau terealisasi tahun ini (2021), sebab sampai saat ini sudah terkumpul sekitar 70 persen.

“Artinya tinggal tiga bulan lagi 30 persennya, PBB wajib pajak belum bayar diakhir September 2021, jadi kami optimistis Rp515 miliar tercapai,” jelasnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.