PAD Sektor Pariwisata Kota Balikpapan Diprediksi Menurun

Muh Riskiullah

Wakil Ketua Pansus (panitia khusus) Perumda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Balikpapan, Syukri Wahid
Foto Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Balikpapan, Syukri Wahid.

Balikpapan, helloborneo.com – Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kota Balikpapan dari sektor pariwisata diprediksi bakal menurun, kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD setempat Syukri Wahid.

Prediksi PAD sektor pariwisata bakal mengalami penurunan kata Syukri Wahid saat ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Rabu, dilihat dari retribusi destinasi wisata alam Pantai Manggar Segara Sari sampai saat ini baru terkumpul sekitar Rp1,2 miliar.

“Targetnya itu Rp1,9 miliar dan sisanya tiga bulan lagi, persoalannya apakah pengumpulan retribusi tercapai atau tidak,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut lanjut Syukri Wahid, postur anggaran perubahan yang akan dibahas kemungkinan akan melakukan evaluasi retribusi di bidang parwisata.

“Boleh jadi retribusi dari pariwisata akan dievaluasi termasuk pendapatan dari Pantai Manggar Segara Sari,” tambahnya.

Kendati direncanakan menurunkan restribusi pariwisata menurut Syukri Wahid, ada dana yang tetap dialokasikan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan atau APBD-P 2021 untuk bidang pariwisata.

Program baru untuk Dinas Pariwisata sekitar Rp3 miliar, Pantai Manggar Rp1,6 miliar untuk pembuatan gapura dan area parkir akan diperbaiki untuk menunjang destinasi Ppantai Manggar.

Patung Beruang Madu yang tumbang juga di kawasan Pantai Manggar juga akan diubah diganti dengan ikon baru yang ada di daerah pesisir.

“Proyek patung Beruang Madu yang tahun lalu itu kami tanyakan, nantinya akan diganti dengan proyek ikon baru seperti ikan pesut,” ucap Syukri Wahid.

Wisata alam Pantai Manggar punya potensi mendongkrak PAD Kota Balikpapan, sehingga diperlukan anggaran untuk menjadikan Pantai Manggar tetap menjadi tempat berkunjung masyarakat.

“Kami lihat potensinya Pantai Manggar, pernah sebelum pandemi COVID-19 retribusi mencapai Rp4 miliar,” jelas Syukri Wahid.

Yang cukup krusial juga berupa ancaman abrasi di pinggiran Pantai Manggar kata dia, Dinas Pariwisata harus bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum, dan biaya akan diambil dari dana tidak terduga karena abrasi merupakan bencana. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.