Pasutri Siri Kini Dapat Tercatat Pada Satu Kartu Keluarga

N Rahayu

Kadisdukcapil Berau, David Pamudji. (NR)

Berau, helloborneo.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Berau, David Pamuji menanggapi pasangan suami istri siri dapat berada dalam satu Kartu Keluarga (KK). Dirinya menjelaskan, pada atu ran kependudukan tidak mengenal istilah nikah siri, karena hal tersebut tidak berkekuatan hukum. Namun yang ada hanyalah nikah dan kawin yang belum tercatat.

Menurut David, seluruh aturan mengenai pendataan kependudukan sudah diatur dalam Perpres No. 96 Tahun 2018 termasuk masuknya pasangan siri dalam data kependudukan Kartu Keluarga. “Sebenarnya sudah tertuang dalam Perpres 96 tahun 2018, mungkin kurang sosialisasi saja,” ungkapnya.

“Tugas kami bukan mengesahkan perkawinan secara negara, melainkan mencatatkan peristiwa perkawinan tersebut,” lanjut David. Dalam mengurus data kependudukan, karena tidak ada berkas penunjang yang dapat membuktikan telah terjadinya pernikahan yang belum tercatat, pasangan suami-istri tersebut akan mengisi dokumen yakni Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Kebenaran Sebagai Pasangan Suami Istri.

Dalam menerapkan aturan tersebut, David mengaku masih mengandalkan kejujuran masyarakat dalam memberikan keterangan. Sebab kebenaran peristiwa pernikahan itu benar terjadi atau tidak.

David menerangkan, jika kedepan setelah mengisi SPTJM ditemukan kekeliruan akibat ketidakjujuran masyarakat, maka dokumen kependudukan yang telah diterbitkan dinyatakan tidak sah. “Dokumen yang diterbitkan akibat pernyataan yang tidak benar itu menjadi tidak sah,” tutupnya (tan).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.