Tagih Invoice, Staff Kontraktor Malah Kena Bogem di Kantor DPU Balikpapan

David Purba

Penanggungjawab CV Jaya Riski, Iwan Setiawan Batubara melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Balikpapan. (DP)
Penanggungjawab CV Jaya Riski, Iwan Setiawan Batubara melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Balikpapan. (DP)

Balikpapan, helloborneo.com – Staf Kontraktor CV Jaya Riski, Anhar mengalami luka lebam di wajah nya usai mendapat bogem mentah di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan.

Mengetahui kejadian tersebut, Penanggungjawab CV Jaya Riski, Iwan Setiawan Batubara melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Balikpapan, Kamis (11/11/2021) kemarin.

Dijelaskan Iwan, perlakuan kasar itu dialami staff terjadi pada, Selasa (10/11/2021).

“Staf saya itu memang tugasnya penagihan, administrasi. Babak belur dia dikejar sampai lampu merah Dome,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan, saat itu korban hendak melakukan penagihan invoice proyek pengerjaan drainase di kawasan Batu Ampar yang telah rampung, melalui skema penunjukkan langsung dengan nilai Rp180 juta. Proyek itu juga telah diselesaikan kontraktor sejak 12 Oktober tahun lalu.

Namun saat tiba di PU, pejabat yang hendak ditemui tak ada ditempat. Iwan yang ditelpon korban pun meminta korban untuk menunggu di tempat hingga pejabat tiba.

Sejam menunggu, Anhar yang berada di lantai kantor PU itu dihampiri seorang sekuriti. Anhar yang dihampiri sekuriti itu pun terlibat cek-cok, pasalnya Anhar menolak untuk turun kelantai 1. Hingga akhirnya Anhar melapor ke Iwan bahwa dirinya dipukuli.

Korban yang berusaha menghindar dari amukan itu pun berusaha melarikan diri. Hingga korban berlari menuju BSSC DOME Balikpapan, dan diselamatkan seorang driver Ojol.

Penanggungjawab CV Jaya Riski, Iwan Setiawan Batubara melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Balikpapan. (DP)
Penanggungjawab CV Jaya Riski, Iwan Setiawan Batubara melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Balikpapan. (DP)

Iwan juga mengaku telah memiliki bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan staffnya dipukuli, mulai dari lantai 2 kantor PU hingga dilantai bawah. Iwan pun akan menempuh jalur hukum.

“Tugasnya dia (korban) sudah jelas. Bukan mau main-main, tapi mau minta tanda tangan di berkas yang sudah dibawa itu. Saya langsung bawa korban ke Polres bikin laporan. Malamnya baru keluar hasil visumnya,” tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Rengga Puspo Saputro, membenarkan adanya laporan penganiayaan itu, namun ia belum mau berkomentar lebih jauh atas kejadian itu.

“Ia benar ada, tapi masih kita periksa saksi dan korban. Masih lidik dulu ya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Balikpapan, Andi Yusri Ramli, hingga kini membelum memberikan kejelasan terkait insiden yang terjadi. (sop/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.