Polda Kaltim Gelar Seminar dan Pelatihan UMKM Berbasis Digital

M Riskullah

Balikpapan, helloborneo.com – Polda Kaltim menggelar seminar dan pelatihan UMKM (usaha mikro kecil menengah) Berbasis Digital, di Aula SMK Negeri 4 Kota Balikpapan, diikuti mahasiswa Uniba, siswa SMK Negeri 4 dan para pelaku UMKM setempat.

Seminar dan pelatihan UMKM  dengan  tema “Transformasi Digital UMKM Presisi dalam rangka Pemulihan Ekonomi Kaltim di Masa Pandemi COVID-19 dan PPKM Level 2” tersebut dibuka oleh Kasubdit Ekonomi Dit Intelkam Polda Kaltim AKBP Hendrik Eka Bahalwan, Kamis (11/11).

Kegiatan tersebut berlangsung dua hari, hari pertama kegiatan seminar dan hari kedua praktek UMKM, dengan tujuan mendukung tugas Polri dan pemerintah dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional serta menjaga stabilitas perekonomian di wilayah Kaltim di masa pandemi COVID-19 agar tetap aman.

“Kegiatan itu sebagai upaya kami untuk melatih anak-anak muda di Kaltim, khususnya Balikpapan agar menjadi entrepreneur atau wirausaha,” ujarnya ketika ditemui helloborneo.com.

Provoinsi Kalimantan Timur lanjut ia memiliki sumber daya alam yang luar biasa sehingga membutuhkan entrepreneur yang handal untuk mengolahnya terutama di era digitalisasi saat ini.

“Kami memilih mahasiswa dan pelajar sebab mereka sudah melek digital dan memiliki daya kreatifitas yang tinggi, sehingga mereka memiliki peluang untuk menciptakan barang-barang yang baru dan 10 atau 15 tahun ke depan mereka memegang kendali perekonomian di Kaltim,” ucapnya. 

“Jadi bukan hanya sampai di sini tetapi peserta pelatihan akan dibantu mitra kami untuk memasarkan produk, agar produk UMKM Kota Balikpapan banyak diminati oleh konsumen atau market dari luar” tambahnya.

Owner Borneo Salakilo, Riswah Yuni menyambut baik kegiatan seminar dan pelatihan UMKM berbasis digital yang digelar Polda Kaltim tersebut.

“Kegiatan itu suatu gebrakan yang baik bagi pelaku UMKM, mahasiswa dan pelajar,” ujar Yuni panggilan akrab Riswah Yuni.

kegiatan tersebut menurut dia, sangat baik sebab masih banyak pelaku UMKM yang belum melek digital, secara packaging juga masih ada yang belum paham. 

“Jadi kita akan memberikan motivasi bahwa membuat produk bisa tetapi dari sisi pemasarannya. Alhamdulillah ada teman-teman dari Gojek dan Shopee yang membantu pemasaran secara digital,” kata dia. 

“Jadi penjualan bukan cara offline saja, tetapi secara online pengaruhnya luar biasa. Apalagi di masa pandemi yang sudah kita lalui ini,” jelasnya.

Bagi mahasiwa dan siswa ia menimpali lagi, kegiatan seperti ini sangat penting sebab mereka akan menjadi ujung tombak perekonomian di Kalimantan Timur. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.