Rental Motor Lalu Digadai Lagi, IRT Raup Jutaan Rupiah

Yor MS

Tersangka NL (berpakaian tahanan) diamanakan Satreskrim Polresta Balikpapan bersama barang bukti sepeda motor yang digelapkan. (RMS)
Tersangka NL (berpakaian tahanan) diamanakan Satreskrim Polresta Balikpapan bersama barang bukti sepeda motor yang digelapkan. (RMS)

Balikpapan, helloborneo.com – Bagi Anda yang menjalanka usaha rental kendaraan, patutlah meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai Anda menjadi sasaran aksi penggelapan bermodus rental kendaraan.

Seperti yang diduga dilakoni oleh seorang ibu rumah tangga berinisial NL (43) warga Jl. Tanjung Baru, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur pada Juli 2021 lalu. NL saat ini menjalani pemeriksaan oleh Satreskrim Polresta Balikpapan usai dilaporkan menggelapkan sebuah sepeda motor merek Honda Beat milik warga Jl. Asoka, Kelurahan Damai Baru, Balikpapan Selatan.

Kapolres Balikpapan Kombes Pol. Vincentius Thirdy Hadmiarso melalui Kasatreskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro menerangkan, modus penggelapan yang dilakukan oleh tersangka NL dengan cara menyewa sepeda motor korban. Setelah serah terima kendaraan dan biaya sewa, tersangka menggadaikannya ke tangan ketiga.

“Pelaku menyewa motor korban seharga Rp150 Ribu perhari. Kemudian, dari situ motor digadaikan ke orang lain seharga delapan juta rupiah,” paparanya.

Korban sendiri dari semula tidak menaruh curiga bahwa pelaku hendak bermaksud jahat. Namun, setelah beberapa lama motor disewa, pelaku tak kunjung menunjukan itikad mengembalikan sepeda motor. Apalagi, pembayaran sewa motor sempat macet.

“Tindakan pelaku terungkap setelah korban mengetahui bahwa sepeda motornya telah digadaikan ke pihak lain,” timpal Rengga.

Sementara, NL tak memberi banyak tanggapan atas pertanyaan awak media mengenai kasus yang dihadapinya. Dia hanya mengakui tindakannya didasari untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Untuk kebutuhan sehari-hari mas. Saya menyesal,” lirih NL.

Sampai saat ini penyidik masih melakukan pengembangan atas kasus ini. Untuk proses hukum lebih lanjut, NL dijerat pasal 372 KUHP tentang penipuan yang ancaman hukumannya pidana kurungan penjara selama empat tahun. (rms/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.