KSOP Balikpapan Berencana Bangun Terminal Pencemaran Lingkungan

David Purba

Foto Kepala KSOP Kelas I Kota Balikpapan, M Takwim Masuku.

Balikpapan, helloborneo.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Kota Balikpapan berencana membangun terminal pencemaran lingkungan seiring pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

Lalu lintas kapal di Teluk Balikpapan dipastikan kian padat seiring dengan rencana pemindahan ibu kota negara menurut Kepala KSOP Kelas I Kota Balikpapan M Takwim Masuku saat ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Kamis, bisa berdampak meningkatkan potensi pencemaran di kawasan Teluk Balikpapan.

Sebagai gambaran jelas dia, rata-rata dalam satu hari ada 1.100 kapal yang melintas di perairan Teluk Balikpapan, 30 sampai 40 persen di antaranya merupakan kapal yang melayani industri migas dan batu bara.

Kemudian ditambah lagi dengan rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia lanjut ia, pasti kapal pengangkut logistik akan semakin banyak dan potensi pencemaran juga dipastikan semakin tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, KSOP bersama Direktorat KPLP sudah mengajukan pembangunan terminal khusus pencemaran lingkungan di kawasan Pelabuhan Semayang.

“Kami sudah ajukan ke pusat untuk pembangunan terminal khusus itu, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp40 miliar. Semoga saja segera disetujui, jadi bisa segera dibangun,” ujar Takwim Masuku.

Jika nanti terealisasi, terminal pencemaran tersebut bakal menjadi yang pertama di Indonesia. Sejumlah fasilitas juga akan disiapkan mulai dari dermaga untuk kapal bersandar, oil boomer dan oil skimmer serta kantor untuk personel.

Rencana pembangunan fasilitas khusus itu tidak lepas dari kejadian pencemaran yang terjadi pada 2018 kata dia, di mana minyak milik PT Pertamina (Persero) mencemari Teluk Balikpapan, setelah jaringan pipa minyak bawah laut terkena jangkar kapal. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.