PDI Perjuangan Balikpapan Usulkan Dua Nama Untuk Jabat Wakil Wali Kota

Yor MS

Ist.

Balikpapan, helloborneo.com – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indoneia Perjuangan atau DPC PDI P Kota Balikpapan mengusulkan dua nama untuk menjabat sebagai wakil wali kota setempat mengantikan Thohari Aziz yang berhalangan tetap karena meninggal dunia.

Ketua DPC PDI P Kota Balikpapan Budiono Sastro Prawiro saat ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Jumat menuturkan, mekanisme penentuan nama pengganti Thohari Aziz ditentukan oleh partai koalisi. Selain Golkar dan PDI P, ada Partai Gerindra, PKS, Partai Demokrat, PPP, PKB dan Perindo yang masuk dalam koalisi partai pengusung.

“Setelah itu karena Wakil Wali Kota Thohari Aziz berhalangan tetap karena meninggal dunia, harus ada penggantinya dari partai koalisi yang mengusulkan,” ujarnya.

Kendati partai koalisi yang mengusulkan, Budiono Sastro Prawiro turut mempertanyakan komitmen PDI P untuk mengusulkan pengganti Thohari Aziz.

“Memang koalisi yang mengusulkan, tapi kembali lagi saya tanyakan dulukan pernah memberikan mandatnya, saya juga yakin bahwa PDI P bisa mendampingi pak Rahmad,”ucapnya.

Ada dua nama yang diusulkan PDI P dan sudah diserahkan ke DPP (dewan pimpinan pusat) PDI P ungkapnya, kedua nama nama yang diusulkan yakni, Risti Utami Dewi dan Haji Baba.

Baik Risti Utami Dewi dan Haji Baba disebut telah menjalani serangkaian mekanisme partai sebagai calon pengganti Thohari Aziz untuk mendampingi Rahmad Mas’ud, mulai dari fit and proper test hingga wawancara.

“Tentu tahapan mekanisme partai sudah berjalan ada penjaringan fit and proper. Nanti rapat koalisi Pak Rahmad tinggal memilih yang diajukan ke Pansel,” kata dia.

“Kalau kami tergantung koalisi yang sudah memberikan mandatnya ke koalisi. PDI P tinggal mengeluarkan rekomendasi saja, tapi kalau itu kewenangan DPP,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan tersebut juga mengakui bahwa rekomendasi partai tidak terutup kemungkinan justru menunjuk di luar dua nama tadi. Namun, tentunya masih melihat dari kinerja sebagai petugas partai.

“Petugas partai, ketika saya ditugaskan sebagai Wakil Ketua DPRD amanah itu saya jalankan sebaik mungkin. Sebagai Ketua DPC juga amanat partai akan saya jalan sebaik-baiknya. Ketika DPP atau pimpinan memandang ada evaluasi tidak mampu menjadi Wakil Ketua DPRD, diganti atau sebaliknya,” jelas Budiono Sastro Prawiro.

Lantas bagaimana jika DPP menunjuk dirinya sebagai pengganti. Budiono Sastro Prawiro menjawab santai dan mengaku siap menjalankan perintah partai sesuai arahan dan dijalankan sebaik-baiknya.

“Namanya petugas partai mau tidak mau ikut taat dan patuh pada pimpinan, harus siap,” tegasnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.