Kasus Pencabulan Anak Oleh Kakek Tiri Di Balikpapan Masuk P19

David Purba

Gambar Ilustrasi.

Balikpapan, helloborneo.com – Kasus pencabulan anak berusia sembilan tahun oleh kakek tirinya di Kota Balikpapan terus berjalan, dan kabar terbaru saat ini telah masuk P19 atau pengambilan berkas perkara untuk dilengkapi.

Kuasa hukum korban Siti Sapurah saat ditemui helloborneo.com di Balaikpapam, Selasa membenarkan, dalam waktu dekat pihak penyidik dari Polda Kaltim akan mendatangi pihak korban untuk mendapatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tambahan.

“Tadi saya dihubungi, besok penyidik akan datangi keluarga korban untuk memenuhi berkas permintaan jaksa,” kata Ipung, sapaan akrabnya.

Ia menyebut, saat ini korban bersama ibunya sedang berada di Bali. Di bawah perlindungannya langsung. Proses BAP kali inipun akan didampingi oleh dirinya.

Dia melanjutkan, keberadaan korban dan ibunya di Bali saat ini karena merasa terganggu dengan banyaknya telepon masuk dari nomor tak dikenal semenjak kasus ini kembali bergulir.

Orang-orang yang tak dikenal itu menawarkan bantuan untuk menangani kasus ini. Sedangkan dirinya tidak pernah meminta bantuan. Merasa curiga, ibu korban akhirnya mengadukan ke kuasa hukum.

“Mereka merasa terganggu. Ada banyak nomor tak dikenal telepon dan segala menawarkan bantuan, seperti memaksa,” jelasnya.

Ipung menambahkan, jika penyidik telah menerima arahan dari Kejaksaan Tinggi Kaltim untuk melakukan penyitaan terhadap handphone ibu korban. Yang berisi rekaman penjelasan korban terhadap kasus yang menimpanya.

Selain itu, meminta keterangan tambahan korban soal bentuk kendaraan yang membawanya sebelum kejadian. Namun, Ipung meminta agar mempertimbangkan kembali soal penyitaan handphone.

“Toh juga ini dari pihak korban, seharusnya tidak ada penyitaan. Saat ini juga korban menggunakan handphone atau telepon selular itu untuk daring,” ucapnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.