Hasil Sidak DPRD Penajam Kinerja Perumda Benuo Taka Nihil

ES Yulianto

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Rusbani didampingi Wakil Ketua Komisi III, Adla Dewata saat sidak Perumda Benuo Taka, Senin (24/1) (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Hasil sidak (inspeksi mendadak) yang dilakukan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Penajam Paser Utara menunjukkan bahwa kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Benuo Taka nihil.

Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin melakukan sidak di Pelabuhan Buluminung dan Kantor Perumda Benuo Taka sebagai pemungut retribusi pelabuhan, namun hasil sidak mengecewakan para wakil rakyat.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Rusbani saat ditemui helloborneo.com mengatakan, inspeksi tersebut berdasarkan laporan retribusi pelabuhan yang dikelola oleh Perumda Benuo Taka tidak lebih baik daripada dikelola Unit Pelayanan Teknis Dinas Perhubungan.

“Karena kami melihat capaian pendapat asli daerah yang dikelola oleh UPT Dinas Perhubungan lebih baik daripada Perumda Benuo Taka. Ditangani UPT mampu mencapai  Rp6,3 miliar pada 2020, sedangkan Perumda Benuo Taka pada 2021 nihil,” ujarnya.

Dari hasil dilapangan Rusbani mengungkapkan, bahwa cara kerja Perusahaan Umum Daerah Benua Taka sangat tidak profesional.

“Kami lihat sendiri kenyataannya di lapangan hanya ditangani oleh dua orang dengan cara kerja yang tidak professional, juga bagi kami sangat menyedihkan,” ucapnya.

Setelah dari Pelabuhan Buluminung, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara beranjak ke Kantor Perumda Benuo Taka di kawasan Perumahan Korpri, Kelurahan Nipah-Nipah, tetapi tidak menemukan aktifitas di kantor tersebut atau kosong.

Hal tersebut menambah geram, sehingga Rusbani menegaskan pengelolaan pemungutan retribusi Pelabuhan Buluminung harus dihentikan dengan segera. Solusinya harus segera dialihkan kembali pada UPT Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Inikan yang dikelola uang besar, sesegera mungkin instansi terkait minta kepada Plt Bupati agar pungutan retribusi pelabuhan yang dikelola Perumda Benuo Taka diserahkan kepada UPT Dishub,” kata dia. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.