Pemerintah Kabupaten Paser Kejar Capaian Vaksinasi Anak 6-11 Tahun

TB Sihombing

Pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Paser (TBS)

Paser, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Paser bersinergi dengan TNI-Polri terus mengejar capaian vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun sebagai upaya agar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen dapat terlaksana awal Februari 2022.

Informasi yang diperoleh helloborneo.com di Paser, Jumat, selama 10 hari pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun telah mencapai 53,47 persen dari target 31.773 siswa. Namun PTM 100 persen yang direncanakan bulan depan (Februari 2022) tidak dapat dipastikan apakah dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan pembelajaran daring atau tetap PTM 50 persen dari masing-masing ruang kelas. Kini dua sekolah di Kabupaten Paser terpaksa ditutup selama dua pekan. Di SMP Negeri 4 Tanah Grogot didapati empat siswanya terpapar COVID-19, serta satu murid di SD Negeri 031 Tanah Grogot.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Muhammad Yunus Syam mengatakan, akan melihat perkembangan hingga akhir Januari 2022 untuk menentukan pelaksanaan PTM 100 persen.

“Tapi yang jelas untuk sementara kami rencanakan PTM 100 persen. Sampai pada 31 Januari 2022 ada peningkatan kasus, ada kemungkinan proses pembelajaran online kembali atau tetap PTM 50 persen,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser, I Dewa Made Sudarsana, menuturkan, awal mula didapati kembali kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada 26 Januari 2022. Di mana pada tanggal 14 Janusri, seorang pemuka agama meninggal dunia, kerabatnya datang melayat dari berbagai daerah, salah satu dari Jakarta.

“Kemudian dari salah seorang yang turut berduka datang melayat itu sakit dan dibawa ke rumah sakit. Saat rapid antigen hasilnya positif, berlanjut test PCR hasilnya juga positif,” jelasnya.

Tracking atau pelacakan dilakukan pada beberapa orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut, semula dari dua orang, empat orang hingga terakhir 28 orang terpapar COVID-19 dan klaster keluarga.

“Dua orang ada gejala dan dirawat di RSUD Panglima Sebaya dan lainnya OTG (Orang Tanpa Gejala) dan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf, memastikan dengan ditemukannya beberapa kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di dua sekolah, dipastikan dua sekolah tersebut ditutup sementara dalam jangka waktu 14 hari ke depan.

“Semua ditutup, baik SMP Negeri 4 Tanah Grogot dan SD Negeri 031 Tanah Grogot,” tegasnya.

Sesuai arahan Bupati Paser lanjut ia, semua sekolah termasuk masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, percepatan vaksinasi. Dan RSUD Panglima Sebaya mesti menyiapkan ruang Isoter, memeriksa ketersediaan oksigen dan obat-obatan.

“Apabila terjadi lonjakan kasus sudah siap. Tidak lagi sibuk untuk melengkapi,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Para camat juga diminta untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa hingga tingkat RT/RW, agar lebih cepat mendeteksi jika ada pendatang masuk ke wilayahnya. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.