Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab PPU, Nicko Herlambang. (Ist)

Lanjutan Bendungan Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Butuh Dana Rp120 Miliar

Bagus Purwa

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang (ESY)
Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Lanjutan Bendungan Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara, membutuhkan dana lebih kurang Rp120 miliar, kata Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten setempat Nicko Herlambang.

Untuk mendapatkan bantuan anggaran pembangunan lanjutan Bendungan Lawe-Lawe dari pemerintah pusat menurut Nicko Herlambang saat dihunbungi helloborneo.com di Penajam, Selasa, agak sulit karena proyek pembangunannya sudah separuh berjalan.

“Lanjutan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe harus didiskusikan dengan kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD,” ujarnya.

Pembangunan lanjutan bendungan yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam tersebut terlebih dahulu bakal didiskusikan dengan Pelaksana tugas Bupati Penajam Paser Utara dan DPRD.

Beberapa tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, belum memutuskan melanjutkan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe, karena anggaran terbatas.

Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe tersebut perlu dilanjutkan untuk menyongsong pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Menyangkut pemindahan ibu kota negara, pemerintah pusat terlebih dahulu membangun bendungan. Seharusnya pemerintah kabupaten juga harus selesaikan Bendungan Lawe-Lawe,” ucapnya.

“Untuk tuntaskan Bendungan Lawe-Lawe itu diperhitungkan masih butuh anggaran sekitar Rp120 miliar,” tambah Nicko Herlambang.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengalokasikan anggaran lebih kurang Rp179 miliar untuk pembangunan Bendungan Lawe-Lawe dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears).

Proyek pembangunan Bendungan Lawe-Lawe yang dilaksanakan pada 2014 tersebut resmi dihentikan pada November 2017, dengan kondisi pengerjaan sekitar 85 persen.

Pembangunan bendungan untuk mendukung peningkatan pasokan air baku dan produksi air bersih itu terhenti karena kondisi anggaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurun, sehingga tidak ada dana untuk melanjutkan pengerjaan. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.