Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab PPU, Nicko Herlambang. (Ist)

Kementerian PUPR Alihkan Anggaran Bendung Talake Untuk Intake IKN

Bagus Purwa

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang (ESY)
Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalihkan anggaran pembangunan fisik Bendung Sungai Talake untuk pembangunan pengambil air (intake) di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, guna memenuhi kebutuhan air bersih ibu kota negara atau IKN Nusantara.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Jumat mengatakan, pembangunan fisik Bendung Sungai Talake belum dilakukan yang pembebasan lahan lokasi pembangunannya telah dilaksanakan pada 2020.

Proses lelang pembangunan Bendung Sungai Telake dibatalkan oleh Kementerian PUPR ungkap dia, karena anggarannya dialihkan untuk pembangunan Intake Sungai Sepaku.

“Tahun lalu sempat diproses lelang, tapi anggarannya digeser pemerintah pusat untuk pembangunan Intake Sungai Sepaku yang akan menyuplai air untuk kawasan inti IKN,” tambahnya.

Kementerian PUPR telah menayangkan tender di laman resmi LPSE Kementerian PUPR dengan pagu anggaran Rp759,8 miliar pada Januari 2021 jelas dia, namun di laman website LPSE Kementerian PUPR terdapat catatan tender pembangunan Bendung Sungai Telake, batal.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengeluarkan SK (surat keputusan) Nomor 590/K.445/2020 tentang penetapan lokasi (Penlok) pembangunan bendung dan jaringan irigasi Sungai Telake seluas 74,307 hektare mencakup Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser.

“Kami minta Bendung Sungai Telake dan jaringan irigasinya segera dibangun karena Kabupaten Penajam Paser Utara masuk dalam kawasan penyangga pangan IKN,” ujarnya.

“Jangan sampai hanya tercatat di atas kertas saja, tapi infrastrukturnya tidak dibangun,” tegas Nicko Herlambang.

Seiring dengan rencana pemindahan IKN ke wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara menurut dia, infrastruktur ketahanan pangan perlu mendapatkan perhatian pemerintah pusat.

Pembangunan Bendung Sungai Telake telah lama dinantikan oleh petani Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser untuk kebutuhan irigasi atau pengairan lahan pertanian tanaman padi, yang selama ini masih mengandalkan tadah hujan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kata Nicko Herlambang, sangat berharap pembangunan Bendung Sungai Telake di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser tersebut segera direalisasikan. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.