Bocah 8 Tahun di Samarinda Meninggal diduga Terpapar Hepatitis Akut

Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim deteksi satu kasus diduga hepatitis akut di Kota Samarinda. (Ilustrasi/pixabay.com)

Roy MS

Samarinda, helloborneo.com – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Masitah membenarkan kabar yang menyebut satu warga Kalimantan Timur meninggal diduga terpapar hepatitis akut. Pasien tersebut adalah bocah usia 8 tahun di Kota Samarinda.

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengumumkan dua kasus kematian baru diduga akibat hepatitis akut pada Kamis (12/5). Di antara kasus tersebut salah satunya ditemukan di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Benar apa yang diumumkan. Salah satu kasus di Kaltim, tepatnya di Kota Samarinda. Tapi masih dugaan,” tukas Masitah dikonfirmasi Jumat (13/5).

Pasien tersebut menurutnya, sempat dirawat di rumah sakit di Kota Samarinda, dan telah mendapat penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Sempat dirawat. Meninggalnya itu satu hari setelah lebaran lalu,” jelasnya.

Menindaklanjuti temuan kasus tersebut, Masitah memastikan pihaknya telah meneruskan Surat Edaran Kemenkes ke Dinas-dinas kesehatan Kabupaten/Kota dan rumah sakit di seluruh Kaltim.

“Jadi kalau ada temuan indikasi mekanismenya semua melakukan penanganan dan mengisi form survey kewaspadaan dini dan mengirimkan ke Kementerian. Selanjutnya Kementerian memvalidasi apakah kasus hepatitis akut atau tidak,” urainya.

Selain itu, pihak-pihak terkait diminta melakukan edukasi kepada masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah pencegahan dini. Masitah menggaris bawahi pentingnya masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi temuan tersebut.

“Masyarakat juga bisa mengakses laman resmi Dinkes, kita perkenalkan kasus ini dan bagaimana mencegahnya,” serunya.

Mengenai dampak yang kemungkinan berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang mulai berlaku di Kaltim baru-baru ini, Dinkes mengakui telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Dalam hal ini, Dinkes mendorong upaya peningkatan pengawasan dan edukasi kepada para peserta didik agar tidak menggunakan tempat makan secara bergantian.

“Hepatitis ini salah satunya menular lewat makanan, makanan tidak bersih. Selain itu kami imbau agar anak-anak tidak bermain di tempat permainan yang ramai,” pungkasnya. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.