Ragam Perspektif Dampak IKN, Tim Transisi: Akan Kami Sampaikan ke Badan Otorita

Dialog dan Ngopi Sore yang digagas Anggota Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudin di Balikpapan, Sabtu (14/5). (istimewa)

David P

Balikpapan, helloborneo.com – Pembangunan Ibu Kota Negara masih menimbulkan pro dan kontra, dalam Dialog dan Ngopi Sore yang digagas anggota DPR RI Dapil Kaltim, Hetifah Sjaifudin, Kerusakan lingkungan, Peningkatan Kapasitas SDM hingga Keberadaan Masyarakat Adat masih menjadi perhatian penting yang perlu diperhatikan. 

Sejumlah pihak pun menilai, pembangunan IKN belum sepenuhnya menaruh perhatian terhadap tiga isu tersebut. 

Soal lingkungan misalnya, aktivis lingkungan di Balikpapan meminta pemerintah bisa lebih serius memperhatikan ekosistem di Kawasan Teluk Balikpapan yang perlahan terancam proyek IKN. Pasalnya Teluk Balikpapan menjadi akses utama pengantaran logistik pembangunan IKN, sehingga banyak pihak khawatir keberlangsungan teluk kian terancam. 

Tak hanya itu, keberadaan masyarakat adat di kawasan IKN juga tak boleh dilupakan. Mereka tak boleh dipinggirkan, ketika IKN benar benar terwujud. 

Hetifah menilai, pro kontra pembangunan IKN merupakan hal wajar. Lewat diskusi itu, ia ingin mendapat gambaran utuh terkait tantangan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berkelanjutan dan berkeadilan. 

Dalam diskusi itu juga dihadiri langsung Koordinator Ahli Tim Transisi IKN, Wicaksono Sarosa, Deputi Pemasaran dan Komunikasi Publik Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Galih Sedayu, serta perwakilan Civil Society Asosiasi Profesi, Perguruan Tinggi hingga Media Massa. 

“Lewat diskusi ini kami ingin perspektif dan harapan yang disuarakan dapat menjadi masukan bagi tim ahli transisi IKN,” kata Hetifah.

Isu lingkungan khususnya di kawasan Teluk Balikpapan, menurut hetifah wajib menjadi perhatian pemerintah. Ia tak ingin pembangunan IKN justru mengorbankan keanekaragaman hayati di Teluk Balikpapan. 

“Harus ada solusi agar kawasan teluk terjaga dan kesejahteraan nelayan di sana juga meningkat. Kita tentu tidak ingin pembangunan IKN ini hanya menguntungkan satu pihak saja,” kata politisi Partai Golkar ini.

Koordinator Ahli Tim Transisi IKN, Wicaksono Sarosa mengatakan, masukan dari diskusi ini akan diteruskan kepada Kepala Badan Otorita. Sejumlah catatan, juga mendapat perhatian darinya, salah satu ya kerusakan di Mangrove Teluk Balikpapan, yang disampaikan para pegiat lingkungan. Ian menduga proyek tersebut bukan bagian dari IKN dan tak masuk dalam kawasan IKN. 

“Mungkin mereka pihak yang ingin memanfaatkan dari pembangunan IKN. Tapi tentu ini akan kami sampaikan ke Badan Otorita,” Kata dia.

Ia juga sepakat, jika kapasitas SDM di Kaltim harus ditingkatkan, sehingga dapat berkontribusi secara maksimal dalam proses-proses Perpindahan IKN. 

“Termasuk keberadaan nelayan yang khawatir tergusur ini juga akan diperhatikan,” kata Wicaksono.

Deputi Pemasaran dan Komunikasi Publik Indonesia Cheative Cities Network (ICCN), Galih Sedayu mengatakan, pembangunan IKN tak melulu soal investasi fisik, melainkan investasi sosial. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.