Tanah Pasar Induk Waru Kabupaten Penajam Sempat Jadi Sengketa

ES Yulianto        

Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Penajam Paser Utara, Supriadi (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Tanah Pasar Induk Waru di Desa Sesulu, Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara belum bersertifikat karena sempat menjadi sengketa, kata kata Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan setempat Supriadi.

“Sertifikasi tanah Pasar Induk Waru masih proses pengurusan hingga ke Badan Pertanahan Nasional atau BPN Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Supriadi ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.

“Sertifikasi lahan pasar itu memang baru diusulkan karena kemarin ada sengketa,” tambahnya.

Kini persoalan sengketa lahan Pasar Induk Waru telah selesai dan kini tinggal diusulkan dan terdaftar di BPN Kabupaten Penajam paser Utara menurut dia, setelah tahapan tersebut selesai tanah yang diperkirakan kurang lebih lima hektare akan diukur kembali.

“Sengketa sudah selesai, sudah kami usulkan dan terdaftar di BPN tinggal pengukuran. Prosesnya cukup lama karena ada proses tanggapan di sekeliling tanah itu,” ungkapnya.

Diperkirakan pengukuran tanah Pasar Induk Waru akan dimulai pada pekan depan, setelah pengukuran selesai tanah tersebut bisa memiliki legalitas atau bersertifikat.

“Kemarin kami minta tanggapan keliling tanah yang agak lama, mungkin pekan depan sudah diukur sama BPN,” jelas Supriadi.

Pasar Induk Waru yang telah selesai dibangun pada 2016 tersebut menelan biaya Rp7 miliar, dengan dibangunkan sekitar 100 kios basah tanpa fasilitas penunjang lainnya.

Lamanya dioperasikannya Pasar Induk Waru sempat membuat geram Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Wakidi karena telah beberapa kali mendapatkan teguran agar pasar semi modern itu segera difungsikan. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.