Absensi Manual Berdampak Terhadap Disiplin Pegawai Kabupaten Penajam

Bagus Purwa

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar (NBP)

Penajam, helloborneo.com – Absensi manual yang diberlakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, sejak pandemi COVID-19 berdampak terhadap disiplin terutama kehadiran pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu, mengatakan, ada indikasi disiplin pegawai dipengaruhi tidak digunakannya absensi sidik jari yang diganti menjadi absensi manual sejak pandemi virus corona.

“Absensi sidik jari (finger print) tidak difungsikan sejak pandemi cukup berpengaruh terhadap disiplin pegawai,” ujarnya.

Dengan menggunakan absensi manual lanjut dia, sering terjadi pegawai datang ke kantor tidak tepat waktu dan pulang lebih cepat.

Pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah) atau SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang bertanggung jawab dengan kedisiplinan pegawai.

Sanksi pelanggaran disiplin memiliki aturan yang telah ditetapkan menurut dia, tinggal diterapkan sesuai beban pelanggaran yang dilakukan pegawai.

Diharapkan pimpinan SKPD melakukan pembinaan menegur dan memberikan peringatan kepada pegawai yang terbukti melanggar disiplin.

Pengaktifan kembali absensi elektronik melalui sidik jari lanjut dia, menunggu kondisi pandemi COVID-19 kembali normal.

“Pimpinan OPD harus disiplin dengan aturan pegawai, kalau pimpinan tidak disiplin akan jadi persoalan untuk disiplinkan pegawainya,” ucapnya.

“Kalau keadaan kembali normal, aturan organisasi pemerintahan juga akan normal kembali termasuk absensi pegawai,” tambahnya.

Jika kondisi sudah memungkinkan kata Tohar, absensi sidik jari akan diaktifkan kembali yang dapat memberikan daya dukung pembinaan pegawai. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.