Kantor Bahasa Kaltim Gelar Program Manajemen Penyelenggaraan BIPA di Balikpapan

Sophia A Razak

Program Diseminasi Manajemen Penyelenggaraan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kepada sejumlah akademisi dan lembaga pendidikan di kota Balikpapan.(SAR)
Program Diseminasi Manajemen Penyelenggaraan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kepada sejumlah akademisi dan lembaga pendidikan di kota Balikpapan.(SAR)

Balikpapan, helloborneo.com – Kantor Bahasa Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar program Diseminasi Manajemen Penyelenggaraan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kepada sejumlah akademisi dan lembaga pendidikan di kota Balikpapan.

Kepala Kantor Bahasa Kaltim, Halimi Hadibrata menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk mendorong institusi dan lembaga untuk kembali menggiatkan program yang berkaitan dengan BIPA, dengan membuka kelas BIPA di Balikpapan.

“Harapan kami para peserta bisa meningkatkan kemampuannya dalam manajemen penyelenggaran BIPA di lembaganya, berikutnya sebagai pegiat BIPA mungkin kemampuannya dalam metologi pengajarannya akan meningkat. Dalam perencanaan, kurikulum rencana, pembelajaran dan evaluasi sesuai dengan konteks kepentingannya,” paparnya ketika dijumpai, Rabu (14/09) disela kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Balikpapan.

Ia menegaskan peserta BIPA di wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) sangat beragam, ada yang memiliki kepentingan untuk kuliah atau masuk ke dunia kerja, atau kebutuhan para penutur asing untuk kepentingan bisnis.

“Fakta saat ini memang Balikpapan setelah pandemi orang asing di Kaltim dan Kaltara berkurang, dan saat ini anggap saja kita berasumsi bahwa kondisi ini akan segera berakhir. Pembelajaran bisa dilakukan secara blended, sistem jarak jauh atau secara daring, yang harus diperhatikan adalah unsur kepentingannya,” jelasnya.

Sebelumnya, program kegiatan BIPA telah digalakkan oleh Kantor Bahasa untuk meningkatkan kualitas program ini Hilimi menambahkan pihaknya juga membutuhkan dukungan dari para pemangku kepentingan untuk bersinergi.

“Keterbukaan publik sangat dibutuhkan, kita butuh sinergi dari sejumlah instansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja, Kantor Imigrasi, dan Institusi dan sejumlah lembaga di Kaltim dan Kaltara” pungkasnya. (sop/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.