Doyam Sentiup, Wahana Air Terjun Alami Tersembunyi di Paser

Tontong Bhakti Sihombing

Air terjun Doyam Sentiup di Kabupaten Paser. (TBS)
Air terjun Doyam Sentiup di Kabupaten Paser. (TBS)

Paser, helloborneo.com – Panorama alam air terjun memang jadi tempat berlibur andalan yang sangat nikmat dan seru. Semua pasti akan merasa puas, jika menemukan tempat seperti itu apalagi didukung dengan pemandangan gemuruh air dengan nuansa sekitar yang rindang dan sejuk.

Kabupaten Paser juga ternyata menyimpan nuansa penuh keindahan itu. Wilayah terselatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini, memang diakui memiliki segudang objek wisata. Bukan hanya buatan namun juga alam yang tak kalah keren untuk dikunjungi.

Ialah salah satunya air terjun Doyam Sentiup. Lokasinya berada di Kecamatan Batu Sopang tepatnya Desa Rantau Buta. Bagi warga Kabupaten Paser, air terjun yang sekitarnya masih diselimuti hutan belantara dengan air yang jernih asli dari gunung ini pastinya sudah tidak asing.

Untuk mencapai lokasinya, dari pusat Pemerintahan Kabupaten Paser atau Kecamatan Tanah Grogot membutuhkan jarak tembuh mencapai 58 kilometer. Namun agar tiba di doyam sentiup, wisatawan harus membutuhkan tenaga ekstra untuk mencapainya.

Pasalnya, akses jalan menggunakan transportasi tidaklah mudah. Ini disebabkan belum tersentuhnya pembangunan berupa infrastruktur jalan oleh Pemerintah setempat. Sehingga hal ini jadi suasana baru bagi siapa saja yang gemar ngetrail.

Meski jaraknya yang cukup jauh, namun saat perjalanan, wisatawan akan disuguhkan dengan rindangnya hutan setempat dengan kondisi jalan berkelok. Namun bagi wisatawan yang sudah terbiasa berjalan kaki, itu juga layak untuk dicoba.

Setibanya disana, bebatuan sebagai landasan air mengalir jadi wahana yang cocok untuk dinikmati selain dipandang. Air jernih yang turun membasahi tubuh pastinya membuat siapa saja yang menikmatinya merasakan kesegaran air terjun itu.

“Kalau sudah capek, langsung berenang atau badan tepat dibawah air terjun itu. Pasti nikmat, bikin badan segar,” kata Nashrul salah satu wisatawan lokal.

Setelah menempuh perjalanan dengan menikmati hamparan hijau hutan. Lelahnya menuju wisata ini pastinya terbayar dengan pesona alam yang ditampilkan. Dengan ketiadaan fasilitas, berkemah jadi solusi menikmati semalaman doyam sentiup. (adv/bs/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.