Pemilu Damai dan Lancar Beri Sentimen Positif Investasi di IKN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meresmikan pembangunan atau groundbreaking Nusantara Logistic Hub and Services di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. (Ist)
Presiden Joko Widodo groundbreaking Nusantara Logistic Hub and Services IKN. (Ist)

Jakarta, helloborneo.com – Indonesia baru saja menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024 lalu. Pemilu yang berlangsung damai tentunya bakal memberikan sentimen positif terhadap investasi di Tanah Air, khususnya investasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono di Jakarta, memproyeksikan bahwa penyelenggaraan pemilu yang berlangsung dengan damai akan berimbas pada tingginya minat investasi di IKN dan juga meningkatkan kepercayaan investor. Pemilu damai membawa sentimen positif bagi investasi di IKN.

“Jadi yang penting hasil yang memberikan kepastian untuk investasi ini yang terbaik. Dan yang paling membanggakan adalah pemilu ini berjalan dengan damai, berjalan dengan lancar. Sehingga, bagi investor ini menjadi sesuatu yang menambah kepercayaan,” kata Agung.

Sebelumnya, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono pada Seminar Nasional dalam rangka Hari Pers Nasional 2024 yang bertema “Masa Depan Jakarta Pasca IKN” mengungkapkan bahwa total investasi publik dan swasta yang masuk IKN hingga Januari 2024 sebesar Rp47,5 triliun.

Sedangkan untuk investasi yang berasal hanya dari swasta sekitar Rp35,9 triliun. Beberapa investor swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga sudah mulai membangun hotel bintang lima, kawasan pergudangan dan logistik, Nusantara Warehouse hingga Nusantara Logistic Hub.

Bambang menyebutkan investasi tersebut bisa menjadi sebuah stimulan atau kepercayaan pasar terhadap rencana pemerintah. “Investasi pemerintah ini akan memicu swasta-swasta lain untuk masuk ke dalam dan makin lama akan macam-macam,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, Otorita IKN menargetkan investasi tahun ini sebesar Rp100 triliun, baik dari publik maupun swasta. Investasi publik tersebut bisa berasal dari BUMN hingga lembaga non-pemerintah. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.