Semester I, Realisasi Investasi di Indonesia Capai Rp405,5 Triliun

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadila dengan didampingi Staf Khusus Menteri Tina Talisa. (Ist)
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadila dengan didampingi Staf Khusus Menteri Tina Talisa. (Ist)

Jakarta, helloborneo.com – Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan capaian realisasi investasi di Indonesia periode Januari-Maret 2024/Kuartal I mencapai Rp405,5, triliun, dan berhasil menyerap 547.419 orang tenaga kerja.

Capaian tersebut mengalami kenaikan 9,8 persen dibanding kuartal IV 2023 dan naik 22,1 persen dibandingkan Kuartal I 2023.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan I tahun 2024 di Gedung Barli Halim, Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta.

Bahlil mengatakan bahwa capaian yang menjadi tertinggi sepanjang sejarah itu merupakan bentuk kepercayaan global kepada Indonesia.

“Alhamdulillah capaian tersebut sebagai wujud kepercayaan global kepada Indonesia,” ujar Menteri Investasi Bahlil.

Selain wujud kepercayaan global, Kepala BKPM itu menyampaikan peran kementerian teknis dan kementerian koordinator yang merealisasikan arahan Presiden Joko Widodo menjadi alasan capaian tersebut dapat terealisasi.

“Bayangkan dunia dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, namun for and direct investment kita masih tetap terjaga dengan kolaborasi kerja sama yang baik antara arahan bapak Presiden, arahan Menteri Koordinator dan Kementerian teknis termasuk Kementerian Investasi,” ucap Menteri Investasi Bahlil.

Sebagai Informasi, total rincian realisasi investasi itu terbagi atas Penyertaan Modal Asing (PMA) sebesar Rp204,4 triliun dengan menyerap 328.073 tenaga kerja dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp197,1 triliun dengan menyerap 219.346 tenaga kerja.

Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya menjadi kontributor paling besar dengan US$2,7 miliar atau 20,2 persen. Sedangkan untuk PMDN, sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi menjadi paling besar dengan Rp30,2 triliun atau 15,3 persen. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.