Tahura Ngurah Rai Bali Siap Dikunjungi Delegasi World Water Forum ke-10

Pengunjung tengah berfoto di Kawasan Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali yang siap dikunjungi delegasi World Water Forum ke-10 di Bali. (Ist)
Pengunjung tengah berfoto di Kawasan Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali yang siap dikunjungi delegasi World Water Forum ke-10 di Bali. (Ist)

Bali, helloborneo.com – Kawasan Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali siap dikunjungi para delegasi World Water Forum ke-10. Dijadwalkan, para Pimpinan Negara yang hadir akan melakukan penanaman mangrove di Tahura pada Senin (20/5/2024).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono selaku Ketua Harian World Water Forum ke-10 di Bali.

“Disiapkan kegiatan penanaman mangrove seperti pada KTT G20 kemarin. Akan ada 14 Kepala Negara yang akan hadir ke sini yang akan dipimpin sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi. Kemudian juga ada perwakilan parlemen dari beberapa negara yang akan dipimpin oleh Ibu Ketua MPR Ibu Puan,” kata Menteri Basuki, dalam siaran pers yang diterima.

Basuki menyampaikan bahwa kawasan Mangrove Tahura saat ini sudah menjadi destinasi yang luar biasa sejak diresmikan dan dijadikan tempat kunjungan Pimpinan Negara pada KTT G20 kemarin. 

“Para pimpinan negara dan rombongan parlemen akan diajak langsung pembibitan (nursery) mangrove di kawasan ini. Mangrove di sini terdiri dari berbagai jenis dan sudah panen beberapa kali,” ujar Menteri Basuki. 

Kawasan Hutan Mangrove Tahura sendiri memiliki manfaat sebagai paru-paru kota sekaligus upaya pelestarian habitat flora dan fauna hutan mangrove. Sistem akar pohon mangrove secara alami  juga dapat menjadi penghalang terhadap gelombang air laut dan melindungi daerah garis pantai dan mengurangi risiko abrasi. 

Penataan kawasan Hutan Mangrove Tahura Bali telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersamaan dengan peresmian Bendungan Danu Kerthi Tamblang di Kabupaten Buleleng pada awal Februari 2023 lalu. 

Pekerjaan penataan dilaksanakan bersama-sama secara paralel oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bali, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Nusa Penida mencakup pembenahan infrastruktur kawasan yang disinergikan dengan penyiapan fasilitas penyemaian bibit-bibit mangrove. 

Adapun dukungan infrastruktur di antaranya  pembangunan gerbang masuk, monumen G20, jalur tracking mangrove, area persemaian, sistem pengairan pembibitan, area penerima (lobbyticketing, kantor penerima), viewing deck ke arah Teluk Benoa, dan menara pandang. 

Di lokasi tersebut juga dilakukan rehabilitasi Waduk Muara atau Estuary Dam sejak Februari 2022 dengan luas sekitar 35 hektare (ha). Rehabilitasi Waduk Muara diharapkan dapat meningkatkan suplai air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Badung sebesar 500 liter/detik atau meningkat 200 liter/detik dari pasokan sebelumnya 300 liter/detik untuk mendukung kawasan pariwisata di Kuta, Benoa, hingga Nusa Dua. 

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia, Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.