Pemerintah Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Industri Furnitur di Indonesia

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Ist)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Ist)

Jakarta, helloborneo.com – Pemerintah Indonesia mendorong upaya peningkatan kualitas dan jangkauan industri furnitur dan kerajinan Indonesia. Mengingat industri furnitur telah menjadi pilar penting dalam ekonomi di tanah air dan lebih dari 1.114 unit usaha yang beroperasi.

Selain itu telah menyerap lebih dari 143 ribu tenaga kerja dibidang industri furnitur. Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menghadiri Furniture Gathering Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo).

“Industri kerajinan dan UMKM dalam negeri telah menjadi penopang bagi bertahannya perekonomian Indonesia. Bahkan di saat sulit seperti masa pandemi hingga era pemulihan saat ini,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten melalui keterangan resminya.

Selama lima tahun terakhir (2018-2022), industri furnitur Indonesia menunjukkan peningkatan ekspor yang cukup konsisten, dengan nilai ekspor pada 2022 mencapai US$2,9 miliar, naik dari US$2,8 miliar pada tahun sebelumnya. 

Menurut Menteri Teten, kenaikan ini menunjukan momentum positif menuju target Pemerintah sebesar US$5 miliar pada 2024. UMKM kerajinan yang menjadi pendukung bagi industri mebel juga dapat memberikan sumbangsih yang cukup signifikan setelah pandemi berlalu. 

Untuk menghadapi berbagai tantangan seperti ketersediaan bahan baku, kebutuhan akan inovasi desain, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem usaha yang kondusif. 

“Presiden Jokowi baru-baru ini merevisi Peraturan Menteri Perdagangan, fenomena banyak kontainer yang macet 7 ribu. Pemerintah telah menyediakan market intelligence terintegrasi, akses informasi satu pintu untuk agregator ekspor, dan pembiayaan serta dukungan lainnya,” kata Menteri Teten.

Ia menegaskan upaya-upaya ini diarahkan untuk memperkuat peran UMKM dan koperasi, dengan tujuan tidak hanya mengekspor bahan mentah tetapi produk jadi bernilai tambah tinggi yang dapat bersaing di pasar global.

Selanjutnya, pengembangan Indonesia Trading House (ITH) bertujuan memperluas jaringan pemasaran ekspor, menjadikan Indonesia sebagai hub perdagangan global. 

Menteri Teten mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kadin dan ITH walaupun juga tidak mudah. Produk yang kaya akan keunikan desain dan corak budaya Nusantara yang dikombinasikan dengan sentuhan modern, Indonesia memiliki kekuatan pasar internasional.

Ia mengajak semua stakeholder untuk mendukung Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022. 

“Kebijakan ini, kita tidak hanya meningkatkan penggunaan produk lokal dalam proyek-proyek pemerintah seperti IKN, tetapi juga menginspirasi penggunaan lebih luas di berbagai sektor,” kata Menteri Teten. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.