Bangun Gedung di Ibu Kota Nusantara, BTN Investasikan Rp113 Miliar

Presiden Joko Widodo meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan gedung kantor BTN di Nusantara. (Ist)
Presiden Joko Widodo meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan gedung kantor BTN di Nusantara. (Ist)

Jakarta, helloborneo.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memulai pembangunan gedung BTN di Ibu Kota Negara (IKN). Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan gedung kantor BTN di Nusantara, pada Rabu (5/6/2024).

Direktur Utama Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan bahwa pihaknya menggelontorkan investasi senilai Rp113 miliar berupa tanah dan bangunan.

“Gedung BTN di IKN akan dibangun di atas lahan seluas 9.000 meter persegi. Gedung kantor tersebut akan dimanfaatkan sebagai perdagangan umum dan jasa, bank umum, layanan prioritas hingga ruang terbuka hijau,” kata Nixon di Nusantara, Rabu (5/6/2024).

Menurut Nixon, pihaknya menargetkan, proyek pembangunan gedung kantor BTN rampung pada 2025 dan beroperasi paling lambat 2026. “Gedung BTN ditargetkan beroperasi selambat-lambatnya 2026,” kata Nixon.

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengungkapkan keyakinannya bahwa Nusantara adalah masa depan Indonesia, dan investasi di IKN merupakan langkah strategis untuk mendukung visi ini.

“Sudah sering saya sampaikan bahwa Nusantara ini adalah masa depan Indonesia dan investasi di IKN adalah membeli masa depan,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi pun mengapresiasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang telah mengambil langkah untuk membangun kantor pusat atau kantor cabang di Nusantara. Menurut Presiden, pembiayaan untuk investasi di bidang properti akan sangat dibutuhkan di IKN.

“Jadi kalau Bank BTN membangun head office-nya atau cabangnya di Nusantara ini tidak salah, tidak keliru karena memang akan banyak sekali dibutuhkan pembiayaan untuk investasi untuk properti di Ibu Kota Nusantara ini,” ungkap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti kondisi lingkungan di Jakarta dibandingkan dengan kota-kota lain seperti Singapura, Melbourne, dan Paris. Dengan indeks kualitas udara yang masih jauh dari standar yang diinginkan, Presiden menegaskan perlunya transformasi menuju energi hijau dan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Nusantara.

“Itulah konsep Nusantara ke depan,” tambahnya.

Presiden juga mengapresiasi langkah Bank Tabungan Negara dalam memperkuat kehadiran bank-bank BUMN di IKN. Meskipun sedikit terlambat, Presiden menyatakan bahwa transformasi ekonomi yang diharapkan dari pembangunan Ibu Kota Nusantara dapat tercapai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

“Yang paling penting bahwa transformasi ekonomi yang kita inginkan dari pembangunan Ibu Kota Nusantara ini akan betul-betul bisa kita capai sesuai dengan target waktu yang telah kita tentukan,” ucap Presiden. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.