Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Hetifah Sjaifudian turut hadir dalam kegiatan Diseminasi Penguatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) oleh Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan kali ini berlangsung di Hotel Bumi Paser, Kabupaten Paser, Kamis (25/05/2023).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta ini, ada pula dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Paser, Syarifah Masita Assegaf, kepala sekolah, guru, komunitas literasi, komunitas sastra, akademisi serta tokoh masyarakat dari Kabupaten Paser.
RBD ini sebagai upaya untuk wujud perlindungan bahasa daerah yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daera, dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Halimi Hadibrata menyampaikan bahwa program tersebut telah merevitalisasi 3 bahasa daerah di Kalimantan Timur, sedangkan pada tahun 2023 ini mengalami penambahan bahasa daerah yakni bahasa bulungan.
“RBD pada tahun 2022 telah merevitalisasi tiga bahasa daerah, yaitu bahasa Paser, Kutai, dan Kenyah. Untuk tahun 2023, terdapat penambahan satu bahasa daerah, yaitu bahasa Bulungan. Pelaksanaan program Revitalisasi Bahasa Daerah tidak mungkin berhasil tanpa dukungan dari berbagai pihak,” kata Halimi Hadibrata.
Adapun prestasi dari upaya pihaknya, telah berhasil mengantarkan 13 peserta perwakilan Kalimantan Timur menuju Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Nasional.
“Telah mengantarkan 13 peserta perwakilan Provinsi Kalimantan Timur menuju Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Nasional di Jakarta pada Bulan Februari tahun 2023. Ketiga belas peserta tersebut terdiri atas siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari ketiga bahasa yang direvitalisasi,” ucapnya.
Hetifah Sjaifudian mengatakan di tengah globalisasi ini, bahasa-bahasa daerah terancam punah. Bahasa dipandang sebelah mata karena diberikan secara turun temurun.
“Difusi kebudayaan yang ada di Kalimantan Timur dengan adanya pembangunan IKN akan memperkaya dan memperkuat wawasan sejarah budaya dan pemahaman kebudayaan kita,” tutur Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut juga menyampaikan bahwa 16 bahasa daerah di Kalimantan Timur Kaltim membuat kita bangga dengan kemajemukannya. Namun, dengan adanya pembangunan IKN, kita memiliki tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Untuk itu perlu memperhatikan aspek budaya agar ketahanan bahasa dapat terwujud.
“Perpindahan penduduk dari berbagai daerah di Indonesia tentu akan menyebabkan pertukaran budaya di IKN. Bahasa-bahasa asli Kaltim harus terus direvitalisasi agar tidak menghilang. Jangan sampai tergerus kebudayaan baru,” tutup Hetifah.
Selain itu tuan rumah yang hadir, Syarifah Masita Assegaf mengapresiasi kegiatan RBD yang telah dilakukan di Kabupaten Paser kali ini. Pasalnya dengan adanya kegiatan seperti ini bisa kembali menghidupkan bahasa daerah seperti bahasa paser.
“Melalui kegiatan Penguatan RBD ini, Pemkab Paser mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser dan Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dalam menghidupkan kembali bahasa daerah, yaitu bahasa Paser,”
Selanjutnya sebagai langkah konkrit pihaknya bakal menyusun bahasa daerah menjadi materi dalam pembelajaran di sekolah. Dirinya berharap para guru bisa berinteraksi secara atraktif dalam memberikan pembelajaran.
“Selanjutnya, upaya pelestarian bahasa Paser dilakukan dengan menyusun muatan lokal bahasa Paser untuk diajarkan di sekolah. Kami berharap para guru yang hadir bersemangat untuk terus belajar bahasa Paser. Semoga upaya kita dalam melestarikan bahasa daerah di wilayah Kaltim dapat berjalan dengan sukses,” pungkasnya. (adv/log)
















