Petani Penajam Keluhkan Kesulitan Air Untuk Irigasi

AH Ari B

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (kiri) saat meninjau saluran irigasi di Kecamatan Babulu (Alpian - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (kiri) saat meninjau saluran irigasi di Kecamatan Babulu (Alpian – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara, KalimantanTimur, khususnya di Desa Tambong, mengeluh kesulitan air untuk irigasi karena air sungai sebagai sumber air di daerah itu kering akibat beberapa pekan terakhir tidak turun hujan.

“Sawah petani yang usai ditanami itu, anakan padinya mulai mengering karena air dari sungai tidak mengalir dan hujan pun tidak turun,” kata petani Desa Tambong, Kecamatan Babulu, Rukidi saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Menurutnya, puluhan hektare lahan persawahan di Desa Tambong mengering, karena saluran irigasi selama beberapa hari terakhir ini tidak dialiri air, akibat ketinggian air sungai mengalami penurunan.

Beberapa pekan terakhir ini lanjut Rukidi, tidak turun hujan sehingga mengakibatkan anakan padi pada puluhan hektare sawah di Desa Tambong, mulai mengering.

“Akibat kekurangan air itu, banyak tanaman padi mati dan tumbuh kerdil karena kering, kondisi ini mengancam petani di Desa Tambong mengalami gagal panen,” jelasnya.

Rukidi berharap, pemerintah daerah membangun irigasi yang memadai untuk pengairan lahan persawahan para petani di Desa Tambong.

“Mayoritas penduduk Desa Tambong, selama ini hanya bergantung pada hasil menanam padi dan hanya mengandalkan air hujan dan air sungai terdekat untuk mengairi sawah mereka,” ujarnya.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Surito Widarie membenarkan, tanaman padi yang mengalami kekeringan terancam tumbuh kerdil, jika tidak segera dialiri air dalam jumlah besar.

“Kami berharap segera turun hujan dalam beberapa hari ke depan, sehingga tidak terjadi gagal tanam atau gagal penen,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, akibat pasokan air irigasi yang kurang tersebut membuat lebih kurang 600 hektare lahan persawahan di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, juga mengalami gagal panen sehingga produksi padi di desa itu turun 50 persen. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.