Jembatan Penajam-Balikpapan Diperkirakan Operasional 2021

Bagus Purwa

Kepala Bagian Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang.

Penajam, helloborneo.com – Pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan di atas Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, diperkirakan akan selesai selama empat tahun dan mulai dioperasionalkan pada 2021.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang, saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin, mengatakan pemerintah kabupaten terus mendorong agar pemancangan perdana tiang jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan dilakukan pada April 2018.

“Berdasarkan perencanaan masa pengerjaan jembatan tol penghubung itu sekitar empat tahun dengan nilai investasi Rp16,2 triliun,” ujarnya.

Jika izin prakarsa pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan itu rampung pada Februari 2018 lanjut Nicko Herlambang, maka pemancangan tiang perdana sebagai awal pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan dapat dilaksanakan April.

Saat ini konsorsium pembangunan jembatan tol penghubung dari titik Nipah-Nipah, Kabupaten Panajam Paser Utara, menuju Melawai, Kota Balikpapan menunggu izin prakarsa dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR untuk proses lelang di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Izin prakarsa itu membuat konsorsium memiliki nilai lebih dalam proses lelang, dan pemenang berhak menunjuk kontraktor pelaksana pembangunan termasuk pengawas kontruksinya,” jelas Nicko Herlambang.

Konsorsium pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan menurut dia, akan mendapat kompensasi bila tidak dinyatakan sebagai pemenang dari dokumen perencanaan yang telah disusun berupa analisis dampak lingkungan (amdal), DED (detail engineering design), serta biaya survei dan lainnya.

Ia menyatakan apabila pembangunan jembatan sepanjang 7,75 kilometer dengan lebar 33 meter itu dapat dilaksanakan April 2018, maka diperkirakan pada Januari 2021 jembatan tol penghubung tersebut sudah dapat dioperasionalkan.

Jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan dengan tinggi ruang bebas setinggi 50 meter dari dari permukaan air laut tertinggi tersebut diperkirakan dapat dilalui lebih kurang 2.078 kendaraan roda empat dan 2.389 kendaraan roda dua per hari.

Jadwal lelang proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan itu tambah Nicko Herlambang, diharapkan paling lambat pada awal Maret 2018 dan tidak mengalami kendala.

Modal awal pembangunan jembatan tol penghubung tersebut sebesar Rp20 miliar yang berasal dari PT Waskita Karya Rp12 miliar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Rp4 miliar, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Rp3 miliar, dan Pemerintah Kota Balikpapan Rp1 miliar. (bp/hb/Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.