Bupati Penajam Sebut Proyek KA Pemerintah Yang Dihentikan

Bagus Purwa

Bupati PPU Yusran aspar.

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar menyebutkan proyek pembangunan rel kereta api yang dikerjakan dengan menggunakan dana dari pemerintah melalui APBN yang dihentikan, bukan yang dikerjakan oleh investor.

“Proyek pembangunan rel kereta api Borneo tetap akan berlanjut karena dibiayai oleh investor,” jelas Yusran Aspar ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu.

Proyek pembangunan rel kereta api yang dihentikan oleh pemerintah pusat itu menurut bupati, proyek yang menggunakan dana pemerintah, sedangkan proyek kereta api Borneo tidak menggunakan dana dari pemerintah jadi tetap lanjut.

Rencana pembangunan rel kereta api di wilayah Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam tersebut dikerjakan PT Kereta Api Borneo, anak perusahaan Russian Railways, perusahaan asal Rusia.

“Jadi pembangunan rel kereta api Borneo yang digarap Russian Railways tetap berlanjut, karena tidak masuk dalam proyek strategis nasional yang dibiayai melalui APBN,” tegas Yusran Aspar.

Sampai saat ini kemajuan proyek pembangunan rel kereta api Borneo di wilayah Penajam Paser Utara sudah masuk tahap perizinan dan penetapan lokasi.

Yusran Aspar menjelaskan, investor tinggal menyelesaikan pembayaran pembebasan lahan seluas 200 hektare di kawasan Kelurahan Buluminung, namun masih ada kendala permasalahan tumpang tindih lahan di lokasi pembangunan kereta api Borneo tersebut.

“Seluruh perizinan sudah diterbitkan pemerintah kabupaten, tapi masih ada kendala permasalahan lahan dan pemerintah kabupaten berupaya untuk menyelesaikan masalah tumpang tindih lahan itu,” ungkapnya.

Informasi yang diperoleh helloborneo.com, lahan yang masih bermasalah tersebut, lahan Perusda Benuo Taka yang tumpang tindih dengan pemilik lahan lainnya.

Yusran Aspar menginstruksikan dan memberikan arahan agar persoalan tumpang tindih lahan itu dapat segera diselesaikan.

“Investor ingin permasalahan lahan diselesaikan terlebih dahulu, jadi diharapkan persoalan tumpang tindih lahan bisa segera terselesaikan,” tambahnya. (bp/hb/Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.