Sedang Bungkus Sabu, Anto Bolong Ditangkap BNN Kaltim di Loktuan

Arsyad Mustar

Ilustrasi

Samarinda, helloborneo.com – Seorang bandar sabu di Kota Bontang, Hariyanto (28) alias Anto Bolong, diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (09/10/2018. Anto bolong masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak enam bulan lalu. Buron BNN Kaltim itu dikenal licin, dan kerap mengelabui petugas selama pelariannya.

Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur, AKBP Halomoan Tampubolon mengatakan, Anto diketahui merupakan seorang bandar. Awal mula penangkapan ini, yakni terdapat beberapa berkas pengungkapan yang mengarah ke pelaku.

“Sebelum menangkap Anto, petugas BNN lebih dulu menangkap 3 kurir, yaitu Hasaning (35), Iwan (38), dan Muhammad Akbar (53),” ujarnya, Jumat (19/10/2018).

Dari penangkapan kurir itu, juga mengarahnya ke Anto. Mereka merupakan jaringan berbeda, untuk kota Bontang dan Samarinda. Sementara Anto kerap menghilangkan jejak. Namun saat itu, Anto yang sedang berada di rumahnya berhasil diringkus.

“Begitu waktunya tepat, kami tangkap. Dari penyelidikan BNN, Anto berperan sebagai bandar untuk mengedarkan sabu di Bontang, Marangkayu, dan Muara Badak,” jelasnya.

Parahnya, saat penangkapan oleh BNN Kaltim, tersangka Anto sedang membungkus sabu untuk dijualnya. Sementara Anto diketahui kesehariannya merupakan seorang pedagang.

“Jadi jualan sabu ini cuma sambilannya.
Barang bukti sabu yang kami amankan jelas dari utara, Malaysia,” terang Tampubolon.

Sementara itu, diketahui barang bukti berupa sabu yang berhasil diamankan BNN Kaltim, yakni sebanyak 59,07 gram. (am/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.