Aset Pemerintah Kabupaten Penajam Capai Rp5,7 Triliun

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Aset milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, saat ini mencapai lebih kurang Rp5,7 triliun, kata Kepala Bidang Pengelolaan Aset Badan Keuangan setempat Amrullah.

Kabid Pengelolaan Aset BK PPU, Amrullah.

“Aset terbesar Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yakni aset tidak bergerak berupa tanah dan bangunan,” ungkap Amrullah ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Belum lama ini.

Sekitar 40 persen aset milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terdiri atas tanah dan bangunan, sedangkan aset bergerak berupa mobil dan sepeda motor hanya 10 persen.

Saat ini Badan Keuangan Kabupaten Penajam Paser Utara, tengah mendata ulang aset daerah berupa tanah dan bangunan serta kendaraan bermotor untuk mengecek kondisi aset yang dimiliki pemerintah kabupaten.

Pendataan ulang aset daerah tersebut lanjut Amrullah, untuk mengetahui nilai barang dan aset daerah yang tersebar di 26 SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Sensus barang dan aset milik daerah itu merupakan perintah undang-undang yang harus dilakukan setiap 5 tahun sekali,” tegasnya.

“Kami lakukan verifikasi dalam rangka sensus barang dan aset milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Amrullah.

Sensus barang dan aset milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara di setiap satuan kerja perangkat daerah atau SKPD tersebut menurut dia, mulai dilaksanakan pada Juli 2018.

Verifikasi itu dilakukan Badan Keuangan Kabupaten Penajam Paser Utara untuk mengecek kondisi riil barang dan aset daerah yang ada di setiap SKPD di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

Pelaksanaan Verifikasi barang dan aset untuk SKPD kecil, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Dinas Komunikasi Informatika ditargetkan selesai akhir 2018.

Verifikasi pada SKPD besar, seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Kesehatan diperkirakan rampung hingga 2019. (bp/hb)

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.