Daya Listrik Penajam Ditambah Daya 303 Kva

Ari. B

RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU.

Penajam, helloborneo.com – Daya listrik Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan ditambah sekitar 303 kilovolt ampere pada 2019.

“Penambahan daya listrik Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD akan dilakukan pada anggaran 2019,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Supardi ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara mengusulkan anggaran untuk menambah daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung lebih kurang Rp3 miliar pada APBD 2019.

Kebutuhan daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung semakin tinggi dengan dengan adanya sejumlah fasilitas pelayanan seperti ruang operasi dan laboratorium yang mulai dioperasionalkan.

Kapasitas daya listrik yang dimiliki RSUD Ratu Aji Putri Botung hingga saat ini hanya 197 kilovolt ampere (kVA), dan hanya mengandalkan dua mesin genset untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan listrik itu.

RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara sedikitnya membutuhkan daya listrik sekitar 500 kVA untuk memaksimalkan pengoperasian peralatan dan ruangan pelayanan medis.

Anggaran lebih kurang Rp3 miliar yang diusulkan untuk menambah daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung tersebut jelas Supardi, juga untuk pembelian travo dan pemasangan jaringan listrik baru.

Rencananya daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung lanjut ia, akan ditambah sekitar 303 kVA sehingga menjadi 500 kVA.

“Dengan adanya penambahan daya listrik itu, dua genset dengan kapasitas masing-masing 250 kVA dapat diistirahatkan karena sering mengalami kerusakan,” ujar Supardi.

Minimnya daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung tersebut, manajemen RSUD terpaksa menerapkan sistem bergilir pengunaan listrik untuk mengoperasionalkan peralatan dan ruangan pelayanan medis.

Rencana penambahan daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung itu sudah diusulkan sejak 2014, namun selalu dicoret Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.