Penajam Dapat Bantuan Dana Sanitasi Rp3,5 Miliar

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mendapat bantuan dana program sanitasi berbasis masyarakat Rp3,5 miliar, kata Kepala Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lalu Heri Gunawan.

Kepala Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lalu Heri Gunawan di Ruangan Asisten II Setkab PPU.

“Dana itu untuk meningkatan infrastruktur penanganan air limbah di tingkat perdesaan,” ujar Lalu Heri Gunawan saat sosialisasi di aula lantai 1 Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Rabu.

Sebanyak 10 desa yang diprioritaskan mendapatkan dana program sanitasi berbasis masyarakat di mana masing-masing desa mendapatkan Rp350 juta.

Dana Rp3,5 miliar yang dibagikan kepada 10 desa prioritas di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut lanjut Lalu Heri Gunawan, merupakan dana dari hibah Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN.

Desa di Kabupaten Penajam Paser Utara yang mendapatkan dana sanitasi itu jelasnya, di antaranya Desa Api-Api, Gunung Makmur, Babulu Laut, Labangka Barat, dan Desa Sri Raharja.

Desa Sumber Sari, Tengin Baru, Sukaraja, Binuang serta Desa Karang Jinawi di wilayah Penajam Paser Utara juga mendapatkan dana program sanitasi berbasis masyarakat tersebut.

Kepala Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lalu Heri Gunawan.

Permasalahan lingkungan hidup dan sanitasi Di Indonesia, khususnya peningkatan infrastruktur kawasan penanganan air limbah di kawasan permukiman perlu penanganan serius agar masyarakat dapat hidup dalam kondisi sehat.

Karena itu, upaya perbaikan lingkungan hidup, permukiman dan sanitasi terus diusahakan pemerintah pusat bersama masyarakat.

Tidak adanya perbaikan lingkungan hidup, permukiman dan sanitasi kerap mengakibatkan terganggunya usaha dan aktivitas manusia, serta munculnya wabah penyakit.

Jika berjalan lancar menurut Lalu Heri Gunawan, program sanitasi berbasis masyarakat tersebut rampung pada Juni 2019. (Adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.