Penajam Jadi Percontohan Sanitasi Berbasis Masyarakat

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi daerah percontohan pembenahan sistem sanitasi berbasis masyarakat yang merupakan program pemerintah pusat di Provinsi Kalimantan Timur.


Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Ahmad Usman.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Ahmad Usman saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu, mengatakan pemerintah pusat telah dua kali memberikan bantuan dana pembenahan sistem sanitasi berbasis masyarakat.

“Pemerintah pusat telah menggelontorkan dana ratusan juta rupiah untuk membenahi sistem pengolahan tinja di wilayah Kecamatan Penajam pada 2018,” katanya.

Ahmad Usman menjelaskan, Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat bantuan dana program sanitasi berbasis masyarakat dari pemerintah pusat pada 2018 sebesar Rp450 juta.

Program penanganan sanitasi berbasis masyarakat pada 2018 difokuskan untuk kawasan permukiman di wilayah RT 18 Kecamatan Penajam.

Pembenahan infrastruktur instalasi pengolahan tinja 2018 lalu, sedikitnya dipergunakan untuk 66 kepala keluarga yang bermukim di daerah pesisir pantai  wilayah Kecamatan Penajam.

“Dalam waktu dekat, instalasi pengolahan tinja itu akan segera diresmikan oleh Bapak Bupati  Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Lanjut Ahmad Usman, tidak adanya pembenahan lingkungan hidup, permukiman dan sanitasi kerap mengakibatkan terganggunya usaha dan aktivitas manusia, serta munculnya wabah penyakit.

Perbaikan sistem sanitasi sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan.

Ia mengemukakan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara pada  tahun 2019 kembali mendapat bantuan dana program sanitasi berbasis masyarakat sekitar Rp3,5 miliar dari pemerintah pusat.

“Dana  tersebut akan dipergunakan untuk meningkatkan infrastruktur, penanganan air limbah di tingkat perdesaan. Ada 10 desa yang diprioritaskan  untuk mendapatkan dana program sanitasi berbasis masyarakat,” ujar Ahmad Usman. (Adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.