Peserta BPJS APBD Penajam Tidak Perlu SKTM

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud menegaskan masyarakat tidak perlu membuat surat keterangan tidak mampu atau SKTM untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan yang iurannya dibayarkan melalui APBD pemerintah kabupaten setempat.

“Program PBI (penerima bantuan iuran) kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD itu diperuntukan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara,” tegas bupati lagi.

Penegasan yang disampaikan Bupati Abdul Gafur Mas’ud pada Selasa itu, saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam.

Pada kesempatan tersebut bupati juga menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Kesehatan PBI APBD Kabupaten Penajam Paser Utara kepada Lurah Jenebora Muhammad.

“Penyerahan kartu BPJS Kesehatan secara simbolis ini merupakan keseriusan pemerintah kabupaten, mulai tahun ini (2019) BPJS Kesehatan gratis mulai berjalan,” jelas Abdul Gafur Mas’ud.

Bupati menginginkan agar seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara terakomodir program PBI kepesertaan BPJS Kesehatan melalui APBD pemerintah kabupaten.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menggelontorkan anggaran lebih kurang Rp20,3 miliar melalui APBD 2019 untuk menanggung seluruh iuran kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat setempat untuk kelas III.

Warga yang ingin bergabung menjadi peserta BPJS melalui program PBI APBD, wajib menunjukan nomor induk kependudukan (NIK) atau memiliki kartu tanda penduduk atau KTP elektronik Kabupaten Penajam Paser Utara.

Data kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Abdul Gafur Mas’ud, menjadi pedoman menentukan calon PBI kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD pemerintah kabupaten.

Bupati juga menyinggung fenomena perilaku yang bersifat destruktif atau merusak (kenakalan) yang dilakukan generasi muda, disebabkan masih lemahnya pendidikan karakter selama ini.

Penanaman pendidikan karakter sejak dini dalam keluarga lanjut Abdul Gafur Mas’ud, sangat efektif mencegah perilaku yang merusak generasi muda sebagai masa depan bangsa tersebut. (Adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.