PBI BPJS Kesehatan APBD Penajam 51.000 Jiwa

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Jumlah penerima bantuan iuran kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hingga kini tercatat 51.000 jiwa.


Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurbayah.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara Nurbayah saat ditemui helloborneo.com, Rabu, mengatakan, sampai saat ini, 51.000 warga sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan yang iuran kepesertaannya dibayarkan melalui APBD.

“Hingga kini 97 persen warga yang belum terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS sudah mendapatkan jaminan kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara,” ungkapnya.

Dari total 71.000 penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan lanjut Nurbayah, 51.000 di antaranya sudah terdaftar melalui program PBI (penerima bantuan iuran) kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD.

Untuk peserta BPJS Kesehatan peralihan dari mandiri ke program PBI dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Penajam Paser Utara jelasnya, sampai saat ini mencapai lebih kurang 2,400 jiwa.

Peserta paralihan tersebut merupakan warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang mendaftar BPJS Kesehatan secara mandiri telah berganti status menjadi peserta BPJS Kesehatan yang iuran kepesertaannya dibayarkan melalui APBD.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus berupaya meningkatkan jumlah peserta PBI kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD, dan kuota PBI kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD tersebut berpotensi terus bertambah.

Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar saat ditemui terpisah memastikan anggaran kesehatan tidak mengalami defisit, kendati jumlah PBI kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD terus bertambah.

“Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menjamin pembayaran iuran kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD tetap stabil, jadi masyarakat tidak perlu khawatir layanan kesehatan tidak akan terkendala,” katanya.

“Anggaran yang tersedia untuk membayar iuran kepesertaan BPJS Kesehatan hingga akhir 2019 dipastikan aman dan pemerintah kabupaten siap mengalokasikan tambahan anggaran pada APBD Perubahan, jika mengalami peningkatan,” tegas Tohar.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Sekkab, juga menjamin anggaran kesehatan pada 2020 tetap stabil dangan mengalokasikan 10 persen dari nilai APBD untuk anggaran kesehatan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.