DPRD Penajam Sarankan Perusda Ditutup Jika Tidak Dongkrak PAD

Ari B

Wakil Ketua DPRD PPU, Syahruddin M. Noor.

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyarankan menutup Perusahaan Daerah Benuo Taka bentukan pemerintah kabupaten setempat, jika tidak berhasil mendongkrak pendapatan asli daerah.

Wakil Ketua DPRD Syahruddin M Noor saat ditemui helloborneo.com, Kamis, mengatakan kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) Benuo Taka hingga kini belum memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“DPRD minta Perusda Benuo Taka dievaluasi karena sejauh ini belum mendongkrak PAD Kabupaten Penajam Paser Utara,” tegasnya.

Syahruddin menilai di usia ke-15 tahun, Perusda Benuo Taka belum memberikan kontribusi yang maksimal terhadap Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Perusda Benuo Taka belum berkontribusi maksimal kepada pemerintah kabupaten maupun kepada masyarakat, khususnya dengan menyumbang PAD,” jelasnya.

Sejak dibentuk pada 2013, badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut baru menyetor sekitar Rp150 juta ke kas daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, pada 2016.

Kemudian Perusda Benuo Taka Kabupaten Penajam Paser Utara menyetorkan lebih kurang Rp500 juta ke kas daerah pemerintah kabupaten setempat, pada 2017.

“Nilai setoran itu sangat kecil dibanding dengan bantuan anggaran yang diberikan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kepada Perusda Benuo Taka,” ujar Syahruddin.

“Minimal setoran Perusda Benuo Taka itu Rp2 miliar pertahun,” kata politikus Partai Demokrat tersebut ketika disinggung nilai setoran yang layak diberikan BUMD itu ke kas daerah.

Syahruddin menyarankan untuk menutup BUMD tersebut, jika tidak berhasil mendongkrak nilai pendapatan asli daerah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Seharusnya Perusda Benuo Taka bisa membantu meningkatkan PAD terlebih mendapatkan profit, akan tetapi sampai sekarang sama sekali tidak maksimal,” ucapnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.