Lonjakan Penumpang Angkutan Laut Penajam Diprediksi H-3 Lebaran

Bagus Purwa

Dermaga Pelabuhan Feri Penajam.

Penajam, helloborneo.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memprediksi lonjakan penumpang arus mudik menggunakan angkutan laut di daerah itu akan berlangsung tiga hari (H-3) dan dua hari (H-2) sebelum Lebaran Idul Fitri 2019.

“Lonjakan penumpang bisa terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran karena para pegawai negeri sipil (PNS) maupun karyawan perusahaan sudah mulai libur,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara Fernando Hutagalung, saat dihubungi helloborneo.com, Sabtu.

Dari pantauan di lapangan, belum terjadi lonjakan atau peningkatan penumpang menggunakan “speed boat”, kapal kayu (klotok), serta kapal feri penyeberangan, penumpang yang menunggu keberangkatan masih normal.

Ia menjelaskan bahwa untuk melayani penumpang pada arus mudik dan balik Idul Fitri 1440 Hijriah, Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan armada laut yang laik jalan sebanyak 180 “speed boat” dan 42 klotok.

Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara juga meningkatkan pengawasan serta pelayanan untuk kenyamanan dan keamanan para pengguna klotok, “speedboat dan kapal feri.

“Kami juga melakukan pengawasan keberadaan motoris (pengemudi) di bawah umur, dengan melakukan pendekatan dengan penyedia jasa ‘speedboat’ dan klotok sebagai upaya memberikan keamanan dan kenyamanan pengguna transportasi,” jelas Fernando Hutagalung.

Pengusaha dan penyedia jasa transportasi angkutan laut, lanjut ia,  juga diingatkan terkait kewajiban menyediakan peralatan keselamatan bagi pemgemudi dan penumpang, salah satunya harus tersedia jaket keselamatan.

Kepala PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Feri Indonesia Cabang Kabupaten Penajam Paser Utara, Rahmat, juga memperkirakan lonjakan penumpang arus mudik menggunakan kapal feri penyeberangan terjadi pada tiga dan dua hari sebelum lebaran.

“Lonjakan penumpang arus mudik yang menggunakan jasa penyeberangan kapal feri itu baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

“Sampai saat ini penumpang masih sepi tidak ada lonjakan penumpang, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat untuk masuk ke kapal feri masih normal,” tambah Rahmat. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.