DPRD Paser Kunjungi DPRD Kota Yogyakarta terkait penginputan SIPD

Foto Istimewa.

Tana Paser, helloborneo.com – Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Paser melakukan kunjungan kerja ke kantor DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (6/4/2021).

Terkait dengan tugas Badan Musyawarah yakni pembuatan penyusunan dan Penginputan Kegiatan Kedalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan Permasalahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir)

Kunjungan dipimpin langsung oleh ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi didampingi Wakil Ketua II DPRDPaser Fadly Imawan anggota Banmus DPRD Paser Fathur Rahman, Sri Nordianti, Budi Santoso, dan Aspiana.

Dalam kunjungan ini rombongan di terima langsung oleh Kasubag Humas Protokol dan Publikasi Sekertariat DPRD Kota Yogyakarta, Edy Wijayanti di Ruang Rapat 1 DPRD Kota Yogyakarta.

Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi mengatakan kedatangan rombongan ke DPRD Yogyakarta untuk diskusi, terkait Implementasi Aplikasi SIPD khususnya terkait Penyampaian pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD .

“Kami ingin belajar terkait Implementasi Aplikasi SIPD yang tentunya ada hal-hal baik yang bisa kami contoh sehingga dapat membantu kami dalam melaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) DPRD, sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di daerah,” ucapnya

Ia melanjutkan saat ini DPRD Paser telah menyelesaikan proses Peng-in put-an Pokok Pokok Pikiran melalui Aplikasi SIPD beberapa Minggu yang lalu, sebagaimana yang diatur dalam Permendagri No 86 Tahun 2017.

“Bahwa Pokok-Pokok Pikiran DPRD disampaikan kepada Kepala Daerah selambat-lambatnya 7 hari sebelum Pelaksanaan Musrenbang RKPD di Kabupaten,” akunya.

Pihaknya mengatakan saat berkunjung dan berdiskusi, Edy Wijayanti menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan oleh DPRD Kota Yogyakarta sepenuhnya telah direncanakan oleh badan musyawarah.

Semua kegiatan yang di lakukan DPRD Yogyakarta telah terjadwal dan dilegalkan oleh Banmus serta disahkan di paripurna, apabila dalam pelaksanaannya ada kegiatan- kegiatan mendesak yang belum terjadwal kan akan dilakukan Banmus perubahan kemudian di Paripurnakan kembali.

“Jadi sistem mereka ada Banmus perubahan untuk mengcover kegiatan yang sifatnya dadakan dan tidak terjadwal kan.” ucapnya.

Selanjutnya Pihaknya mempertanyakan dan berdiskusi terkait penggunaan Aplikasi SIPD yang berkaitan dengan penyampaian Pokir sebagai usulan, lalu pihak DPRD Yogyakarta mengatakan tidak ada masalah di tahapan komponen perencanaan dan penganggaran hal itu berdasarkan tiga komponen yang berada di dalam SIPD yaitu komponen perencanaan, komponen penganggaran,dan komponen penatausahaan.

“Dua komponen tidak ada masalah, yang sampai saat ini bermasalah komponen Penata usahaan dan ini dirasakan seluruh daerah di indonesia termasuk DPRD Yogyakarta. Pihak DPRD Yogyakarta mengakui Aplikasi SIPD yang di gunakan ini belum sempurna di tahapan penatausahaannya saja, kalau untuk komponen yang lain mereka tidak mendapatkan kendala sama sekali Adapun tahapan komponen penatausahaan yaitu apabila telah menjadi dokumen APBD kemudian ingin dijalankan dan di lakukan proses pencairan atas konsekuensi dari sebuah kegiatan maka itu yang di sebut Komponen Penatausahaan dan komponen itu yang belum sempurna dalam aplikasi SIPD,” jelasnya

Ia melanjutkan, pihak Sekertariat DPRD Kota Yogyakarta sendiri mengakui bahwa SIPD merupakan aplikasi baru yang belum bisa dikatakan sempurna. Sebagai alternatif, saat ini Pemerintah Daerah D.I Yogyakarta masih memanfaatkan sistem lama yaitu SIMDA keuangan.

“Dalam proses pencairan dalam kegiatan mendokumentasikan, mengadministrasikan, serta mengolah data pembangunan daerah mereka masih memakai SIMDA Keuangan sambil menunggu Aplikasi SIMDA ini di sempurnakan oleh pihak Kementrian” ungkapnya

Ia sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi tentang bagaimana proses dalam Penyusunan dan Penginputan dalam SIPD dan Permasalahan Pokir untuk mendapatkan referensi baru DPRD Paser dan akan melakukan evaluasi untuk bisa di jadikan acuan kedepan.

“Ini merupakan informasi yang berharga untuk kami selaku Banmus DPRD Paser, ”pungkasnya. (/sop/hb)




One thought on “DPRD Paser Kunjungi DPRD Kota Yogyakarta terkait penginputan SIPD

  1. Никита

    Ia melanjutkan pihak Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta sendiri mengakui bahwa SIPD merupakan aplikasi baru yang belum bisa dikatakan sempurna Sebagai alternatif, saat ini pemerintah daerah D.I Yogyakarta masih memanfaatkan sistem lama yaitu SIMDA keuangan. Internasional Ekonomi Peristiwa Selebritis Balikpapan PPU Paser Olahraga Kesehatan Hukum Teknologi Hiburan WEEKEND Nasional Persiba Advertorial Wisata Movie Otomotif Metropolitan Film DPRD KOTA BALIKPAPAN Bola Advertorial Balista

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Никита Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.