Perbaikan Sekolah Terdampak Banjir, Disdik Tunggu Dana Bosnas

Foto Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani.

Berau, helloborneo.com – Dinas Pendidikan Berau tengah mendata sejumlah kerugian yang dialami oleh sekolah akibat banjir yang melanda 14 kampung di empat kecamatan. Sebanyak empat sekolah terendam banjir karena luapan Sungai Kelay beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani saat dikonfirmasi pada Rabu (2/6/2012 ) menuturkan, dua unit Sekolah Dasar (SD), dan dua Sekolah Menengah tingkat Pertama (SMP) akan segera direlokasi atau diperbaiki kerusakaannya dengan menggunakan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas).

“Untuk yang rusak bisa menggunakan dana sekolah yakni Bosnas,” katanya.

“Yang bisa diselamatkan meja kursi yang baru dan alat elektronik. Ada beberapa buku yang harus diganti, adapula sekolah baru, yang terendam kemarin memang mau pindah, karena sering kebanjiran,” ujarnya.

Ia merinci SMP 3 Teluk Bayur, yang berada di Kampung Tumbit Dayak, akan direlokasi ke gedung baru, pada tahun ajaran baru tahun 2021, yang rencananya akan dilaksanakan pada Juli mendatang. Sementara, untuk SD di Kampung Long Lanuk dan Tumbit Dayak, hanya mengalami kerusakan sedikit pada bagian meja dan kursi, dan akan segera digantikan menggunakan Bosnas.

“Kami tidak lepas tangan dan berpangku menunggu dana Bosnas. Pihaknya akan berupaya menggunakan dana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna melakukan penalangan perbaikan. Dari Disdik juga akan berupaya membantu. Jika ada dana, akan didahulukan duluan perbaikannya. Bisa melalui dana OJK. Kami upayakan terdahulu yang terparah kerusakannya,” tegasnya.

Lanjut, ia menambahkan sekolah yang kerap terendam banjir akan diupayakan untuk dilakukan pemindahan atau peninggian bangunan, guna menghindari rendaman banjir, mengingat banjir ini merupakan banjir tahunan.

“Banjir ini kan tahunan, jadi biasanya gurunya sudah siap-siap. Yang menjadi PR adalah apa akan dilakukan pemindahan atau seperti apa, dilihat dari anggaran lagi,” paparnya.

Disinggung mengenai kapan akan dilaksanakan kembali sekolah dengan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Murjani mengatakan, dari kesepakatan bersama akan dilakukan pada 13 Juli mendatang, diutamakan sekolah yang berada di kawasan zona hijau terlebih dahulu. Untuk sistemnya PTM akan diberlakukan secara bertahap dimulai dari 30 persen, kemudian berlanjut 50 persen hingga 100 persen.

“Untuk empat kecamatan terdekat, kemungkinan ada penundaan,” tutupnya. (nr/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.