Dua Pelajar di Kota Balikpapan Rindu Suasana Belajar di Kelas

M Rizki

Dua Pelajar Dari Kota Balikpapan, Vita dan Difa.

Balikpapan, helloborneo.com – Dua pelajar di Kota Balikpapan, Vita dan Difa merindukan suasana belajar di kelas karena selama pandemi virus corona atau COVID-19 diberlakukan pembelajaran jarak jauh berbasis dalam jaringan (daring/online).

“Kami merindukan suasana belajar di kelas bersama teman-teman dan guru,” ungkap Vita ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Jumat.

Vita dan Difa mengaku tidak mendapatkan kesan pembelajaran yang baik semasa duduk di bangku SMA selama pembelajaran jarak jauh dan lulus sekolah tanpa melakukan UN (ujian nasional).

“Kami bisa lulus sekolah hanya diambil dari nilai rapor saja tidak melihat kemampuan peserta didik pada saat ujian,” ujar Vita.

Di tengah mewabahnya virus corona Vita dan Difa dinyatakan lulus sekolah jenjang menengah atas, dan melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Timur.

Namun Vita merasa pendidikan yang ditempuh saat ini sia-sia sebab pembelajaran jarak jauh tidak efektif, dosen hanya sebatas memberikan tugas tanpa menjelaskan materi kuliah tersebut.

“Bahkan ada juga dosen yang tidak melakuan daring hanya sebatas mengirimkan soal-soal tugas melalui WA,” tambah Difa.

Pembelajaran sistem daring atau online membuat Vita dan Difa yang telah menginjak semester dua tidak memahami materi perkuliahan, dan tidak pernah ke kampus serta mengenal teman hingga dosen.

“Kami berharap tahuh ini (2021) agar pemerintah mengambil kebijakan mengakhiri pembelajaran online untuk keberlangsungan generasi muda, bukan kebijakan yang membuat bodoh dan tidak paham apa-apa dalam pendidikan,” ucap Difa.

Pembelajaran tatap muka lanjut ia, diharapkan bisa diberlakukan kembali karena saat ini harus bisa hidup berdampingan dengan COVID-19, pemerintah jangan menakuti dan mengekang aktifitas warga.

Vita dan Difa mempertanyakan apakah pendidikan akan berjalan seperti ini terus (pembelajaran jarak jauh), yang juga membuat tenaga pengajar atau guru dan dosen tidak bisa bekerja dengan maksimal. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.