Madri Pani: DD Jangan Dipolitisasi, 40 Persen dialokasikan Untuk BLT

Nita R

Tanjung Redep, helloborneo.com – Ketua DPRD Berau Madri Pani mengingatkan agar penggunaan dana desa tidak dipolitisisasi.

Ia menegaskan, dana desa diperuntukan untuk pembangunan, dan perbaikan ekonomi masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19. Pembangunan desa juga menurutnya, harus terus dilakukan.

“DD ini jelas tupoksinya untuk apa. Jadi jangan ada titipan atau apapun itu,” tegasnya.

Madri meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) mengkawal pengelolaan dan pemanfaatan dana desa. Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 104 tahun 2021 tentang Perincian APBN Tahun 2022 yang mencantumkan ketentuan pengalokasian minimal 40 persen Dana Desa (DD) tahun 2022 harus dimanfaatkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Jelas sudah aturannya, DPMK saya minta untuk mengawal itu, agar tepat sasaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Sudirman mengatakan, besaran Dana Desa tahun  2022 menurun sekitar 24 persen dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2021 Dana Desa mencapai Rp Rp 122.237.695 menjadi Rp 87.834.603.

“Minimnya dana desa ini, memang terasa juga. Kami pernah berupaya tentunya, memang variabelnya jauh turunnya, kisaran 28 persen,” jelas Sudirman kepada helloborneo.com.

Lebih lanjut dijelaskan Sudirman, pihaknya berupaya dan menyakinkan aparatur desa agar  pembangunan tidak bergantung dari dana transfer. Menurutnya ada potensi desa yang bisa digali, serta sumbangsih dari pihak ketiga.

“Ini yang kita dorong, bagaimana desa bisa memaksimalkan ini,” katanya.

Sudirman menegaskan, 40 persen anggaran Dana Desa dialokasikan untuk BLT.

“Kemarin waktu sosialisasi, itu sudah kebijakan. Dan jika terdapat kampung yang memanfaatkan dana desa khususnya BLT tidak tepat sasaran, pada anggaran tahun berikutnya akan dipotong sebesar 50 persen,” tandasnya. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.