Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng Belum Diterapkan di Penajam

ES Yulianto

Kepala Dinas Kukmperindag Kabupaten Penajam Paser Utara, Kuncoro (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter yang diberlakukan pemerintah pusat mulai hari ini Rabu (19/1) masih belum diterapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penerapan tersebut melalui rapat Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Selasa (18/1).

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustria dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kuncoro saat dikonfirmasi menyebutkan belum mendapatkan surat resmi menyangkut kebijakan minyak goreng satu harga tersebut.

“Kalau suratnya belum kami terima, harus ada suratnya kebijakan minyak goreng satu harga itu,” ujarnya.

Menyangkut pengawasan sembako berdasarkan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah jelas dia, pengawasan sembako menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Pengawasan sembako itu pengawasan minyak goreng sesuai UUD 23 itu ada di provinsi. Kami sudah bersurat ke provinsi untuk pengawasan itu,” ucapnya.

Terakhir kondisi harga minyak goreng di Kabupaten Penajam Paser Utara disampaikan Kuncoro yakni mencapai Rp19.000 per liter.

“Saya kemarin beli sendiri minyak goreng dan harganya Rp19.000 per liter,” ucapnya.

Penetapan kebijakan minyak goreng satu harga berasal hasil rapat disebutkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp7,6 triliun guna membiayai subsidi 250 juta liter minyak goreng. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.