Terlapor Kasus Penganiayaan Atlet Muaythai Diamankan, Polisi Masih Lakukan Pendalaman

Kondisi Muhammad Nur Fadhillah alias Dilla (20) usai kejadian penganiayaan. (Ist)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Kepolisian Sektor Balikpapan Utara langsung menindaklanjuti laporan dugaan tindak penganiayaan terhadap atlet Muaythai Balikpapan Muhammad Nur Fadhila (20) alias Dilla. Terlapor berinisial HP selanjutnya dijemput anggota Opsnal Unit Reskrim ke Mapolsek beberapa jam selang menerima laporan korban.

Kapolsek Balikpapan Utara AKP Eko Budi Yulianto menyatakan, sampai dengan saat ini terlapor masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Sudah diamankan, saat ini masih diperiksa,” kata Eko Budi melalui pesan singkat, Rabu (13/4).

Keterangan yang dihimpun oleh penyidik sementara menyebutkan bahwa tindakan HP dilatari sakit hati kepada Dilla. Sebelumnya camp binaan HP yakni, Balikpapan Fighter Club (BFC) sempat menyerahkan beberapa perlengkapan latihan kepada korban. Saat itu, Dilla masih berstatus sebagai atlet binaan BFC.

Dalam perjalanannya, Dilla kemudian memutuskan berhenti berlatih di camp tersebut. Hengkangnya Dilla dari camp yang dipimpin HP itu, sudah menimbulkan rasa sakit hati.

Ditambah lagi, menurut pengakuan HP kepada Polisi, Dilla tak kunjung mengembalikan perlengkapan yang sempat diberikan oleh camp kepadanya. Dari rentetan itu, HP lantas mengunggah posting-an di akun sosmednya dengan caption tuduhan bahwa korban mencuri perlengkapan yang dimaksud.

“Motifnya itu karena pelaku sakit hati. Korban kan dulu mantan muridnya, terus ada barang-barang untuk latihan yang masih sama korban,” timpal Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Utara AKP Subari.

Dia melanjutkan, dalam kasus ini penyidik masih berupaya melengkapi pemeriksaan terhadap terlapor.

Di lain pihak, Kuasa Hukum korban, Sapto Hadi Pamungkas mengakui bahwa kliennya saat kejadian mendapat beberapa kali pukulan ke arah wajah dan tubuh. Korban saat itu hanya bisa bertahan. Tindak penganiayaan tersebut kata Dia, turut disaksikan oleh istri terlapor. 

“Korban hanya bisa bertahan. Mungkin korban merasa pelaku adalah mantan pelatih dan dianggap sebagai orang tuanya juga sehingga tidak melakukan perlawanan. Saat itu sempat dilerai sama istri pelaku,” beber Sapto.

Penganiayaan terhadap Dilla terjadi di rumah yang juga sebagai tempat berlatih camp BFC milik HP di kawasan Ruko Grand City, Selasa (12/4) sekira pukul 10.30 Wita.

Mulanya korban melihat postingan di akun sosmed HP yang isinya bernada tuduhan mencuri terhadapnya. Dilla selanjutnya mendatangi HP untuk mempertanyakan maksud postingan tersebut, tapi justru babak belur dianiaya oleh mantan pelatihnya itu.

Setelah kejadian, korban melapor ke Polsek Balikpapan Utara dan menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara. (yor)




One thought on “Terlapor Kasus Penganiayaan Atlet Muaythai Diamankan, Polisi Masih Lakukan Pendalaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.