Edarkan Sabu, Pasutri Diamankan Polres Tabalong

Tun MZ

Ketiga tersangka diamankan di Mapolres Tabalong. (Ist)
Ketiga tersangka diamankan di Mapolres Tabalong. (Ist)

Tabalong, helloborneo.com – Polres Tabalong berhasil mengamankan Pasutri berinisial NAF alias Angga (31) berprofesi sebagai karyawan perusahaan tambang dan Istrinya CK alias Citra (32), warga Pandan Sari Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, Kalimantan Selatan dan seorang Pria berinisial RJ alias Udin (47) seorang sopir warga Desa Tantaringin Kecamatan Muara Harus, Tabalong, Kamis (22/09) siang.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, S.H., S.I.K, M.Med.Kom melalui PS. Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong Aipda Irawan Yudha Pratama menjelaskan ketiganya diamankan karena diduga mengedarkan sabu.

“Pasutri NAF dan CK diamankan dikediaman mereka di Pandan Sari Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak, Tabalong sedangkan RJ diamankan di Simpang Wara Desa Warukin kecamatan Tanta,Tabalong,” jelas Aipda Yudha.

Berdasarkan informasi masyarakat bahwa sering terjadinya transaksi narkotika, petugas kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan mendatangi rumah pengedar narkotika dan berhasil mengamankan pelaku NAF dan CK.

Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 1 buah pipet kaca berisi gumpalan bening yang diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu, 1 buah bong dari botol bekas plastik beserta barang bukti lainnya yang diakui pelaku NAF.

“Saat ditanyakan, NAF mengakui  membeli dari RJ seharga Rp800 Ribu, kemudian dilakukan pengembangan dan malam itu juga, pelaku NAF berhasil diamankan, setelah dilakukan penggeledahan badan ditemukan 1 buah Handphone yang berisi transaksi narkoba,” ungkapnya

“Dari handphone milik pelaku CK juga ditemukan percakapan berupa menawarkan diduga narkotika sabu kepada seseorang,” lanjutnya.

Ketika dilakukan pengujian Urine, ketiganya menunjukkan hasil uji positif mengkonsumsi Narkotika.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit 800 Juta Rupiah dan paling banyak Rp8 Milyar. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.