Jokowi Maraton Gelar Pertemuan Bilateral

Presiden Joko Widodo berbicara dalam KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa, 15 November 2022. (Foto: Dita Alangkara via REUTERS)
Presiden Joko Widodo berbicara dalam KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa, 15 November 2022. (Foto: Dita Alangkara via REUTERS)

Bali, helloborneo.com – Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara. Mereka yang bertemu Jokowi, antara lain Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan dan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. 

Ketika bertemu Biden, Jokowi menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya karena kehadirannya.

“Saya berharap KTT G20 ini akan dapat menghasilkan kerja sama konkret yang dapat membantu dunia dalam pemulihan ekonomi global,” kata Jokowi.

Salah satu yang disinggung Jokowi adalah kerja sama ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF) . 

“Kemitraan Indonesia, ASEAN dengan Amerika Serikat untuk membangun kemakmuran di Indo-Pasifik perlu terus diperkuat,” kata Presiden. 

Isu lain yang disampaikan Jokowi adalah pentingnya kerja sama IPEF. Jokowi memastikan, Indonesia berkomitmen penuh mendukung penuh kerja sama tersebut. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto diberi kepercayaan khusus untuk menindaklanjuti kerja sama IPEF tersebut.

Dalam posisinya sebagai Ketua ASEAN tahun depan, Indonesia akan menyelenggarakan Indo-Pacific Infrastructure Forum, sebagai salah satu implementasi ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP). Jokowi berharap AS berpartisipasi dalam forum tersebut sebagai wujud dukungan. 

Jokowi juga bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan pada Senin (14/11), khususnya untuk merundingkan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), sebagai sebuah skema kerja sama ekonomi. 

Bersama Erdogan, Jokowi juga membahas isu perekonomian, termasuk dalam skala global adalah bertukar pikiran terkait solusi damai konflik Rusia-Ukraina. Pembahasan isu dinilai penting karena konflik tersebut memiliki dampak negatif bagi perekonomian global, lebih khusus dalam sektor keamanan pangan dan energi.

“Kita harus instruksikan kepada para perunding agar hambatan yang ada, segera dicarikan solusi yang bisa diterima kedua belah pihak dan perjanjian segera dirampungkan,” ujar Jokowi. 

Bersama Turki, Indonesia membangun hubungan bilateral lebih dekat dengan ditandatanganinya sejumlah perjanjian strategis. Perjanjian itu, mencakup bidang pertahanan, kehutanan, lingkungan hidup, riset-teknologi dan inovasi. 

Sektor bisnis Turki, antara lain memiliki kesepakatan bisnis dalam produksi bus listrik di Indonesia, yaitu antara Karsan dengan Credo Group. Turki juga terlibat dalam pembangunan jalan tol trans Sumatera. Tak hanya itu, Badan Usaha Milik Negara Turki yang bergerak di bidang transportasi minyak bumi dan penjualan gas bumi, Botas, meneken kesepakatan kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dalam bidang suplai gas dan gas alam cair.

Sedangkan pertemuan lain, digelar Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Jokowi mengajak PM Kishida terlibat aktif menyukseskan KTT G20 dengan menghasilkan deklarasi bersama. 

“Ekspektasi dunia sangat tinggi terhadap G20 sebagai katalis pemulihan global. Keberhasilan G20 menjadi tanggung jawab bersama seluruh negara G20,” kata Presiden Jokowi. 

Jepang adalah negara dengan kerja sama ekonomi sangat erat bersama Indonesia. Pada kesempatan ini, Jokowi mendorong penyelesaian Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). 

“Kinerja kerja sama ekonomi kita cukup baik. Saya yakin kinerja ini akan lebih baik lagi jika IJEPA bisa segera kita selesaikan,” ujar Presiden.

Tentu saja, pembangunan infrastruktur juga menjadi topik bahasan selama pertemuan bilateral ini. Jokowi, antara lain berterimakasih atas nota kesepahaman kelanjutan MRT (mass rapid transit) fase 1 dan kerja sama studi MRT fase 3. Dia berharap, Jepang dapat membantu penyelesaian proyek itu tepat waktu. 

Dalam ranah ASEAN, sebagai pemegang keketuaan saat ini, Indonesia berharap Jepang ikut menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan. Jokowi juga mendorong implementasi sinergi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dengan Free and Open Indo-Pacific (FOIP). 

“Tahun depan, Indonesia juga akan mendorong engagement antara negara-negara Pasifik dan ASEAN. Indonesia juga mengajak Jepang untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Pasifik,” jelas Jokowi. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.